Banyak trader bermodal kertas jadi penyebab harga gas tinggi
Merdeka.com - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mengatakan harga gas tinggi disebabkan adanya aturan yang dikeluarkan Kementerian ESDM yaitu Yang Peraturan Menteri ESDM Nomor 19 tahun 2009 tentang kegiatan usaha gas bumi melalui pipa. Aturan tersebut membuat banyaknya trader gas bermodal kertas yang menjual gas dengan harga tinggi.
Kepala BPH Migas Andi Noorsaman Sommeng mengatakan aturan Kementerian ESDM tersebut bertentangan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 30 tahun 2009 tentang kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. Tingginya harga gas juga bukan disebabkan karena biaya angkut yang ditetapkan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk.
"Permen ESDM itu menyuburkan trader bertingkat, di mana harga gas ditetapkan oleh badan usaha bukannya oleh pemerintah. Saya tidak pernah mengatakan bahwa toll fee dan PGN sebagai penyebab tingginya harga gas," ujar Kepala BPH Migas Andi Noorsaman Sommeng di Jakarta, Kamis (15/10).
Menurut Andi, aturan Kementerian ESDM membuat rantai tata niaga menjadi panjang. Sedangkan untuk harga jual, seharusnya dikontrol oleh Kementerian ESDM atau BPH Migas.
"Jadi tidak ada BUMN atau badan usaha yang disalahkan karena biaya angkut," ujar dia.
Sejumlah kalangan telah menolak keberadaan Permen ESDM Nomor 19 tahun 2009 karena berbenturan dengan amanat UUD 1945. Permen ini dianggap melegalisasi para trader gas modal kertas untuk menggunakan jaringan pipa gas yang telah dibangun oleh BUMN seperti PGN.
Pasalnya, badan usaha diwajibkan untuk menggunakan pipa transmisi dan atau pipa distribusi yang dibangunnya untuk dapat dimanfaatkan bersama atau open access pada ruas transmisi dan wilayah jaringan distribusi tertentu.
Jadi dengan aturan itu, fasilitas jaringan pipa gas bumi yang telah dibangun BUMN seperti PGN dapat dipakai oleh para trader gas yang mayoritas tidak pernah membangun infrastruktur. Sementara kebanyakan trader gas hanya bermodal kertas alias hanya menjadi broker. (mdk/bim)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya