LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Kemiskinan tinggi, inflasi jadi biang keladi

"Realisasi Inflasi lebih tinggi tentu berujung pada penambahan tingkat kemiskinan."

2014-01-02 17:04:42
Inflasi
Advertisement

Pemerintah menyebut inflasi tinggi menjadi penyebab jumlah orang miskin meningkat. Sepanjang Maret-September 2013, jumlah penduduk miskin meningkat sebanyak 480 ribu orang.

"Realisasi Inflasi lebih tinggi tentu berujung pada penambahan tingkat kemiskinan," kata Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Armida Salsiah Alisjahbana di kantornya, Jakarta, Kamis (2/1).

Seperti diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan bahwa inflasi 2013 sebesar 8,38 persen. Sementara, target inflasi yang ditetapkan pemerintah dalam APBN Perubahan 2013 sebesar 7,2 persen.

Advertisement

Diakui Armida, pemerintah menyadari bahwa penduduk miskin bakal bertambah pascapenaikan harga BBM subsidi. Atas dasar itu, pemerintah meluncurkan paket kompensasi atas penaikan tersebut agar tingkat kemiskinan bisa dijaga dikisaran 9,5 persen-10,5 persen.

Adapun paket kompensasi itu terdiri dari Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM), beasiswa siswa miskin. Kemudian, penambahan raskin, dan pembangunan proyek infrastruktur pedesaan.

Sialnya, inflasi tiba-tiba melonjak tinggi, terutama pada Juli dan Agustus. Itu tidak bisa diimbangi oleh BLSM sebesar Rp 600 ribu per rumah tangga yang disalurkan selama empat bulan berturut-turut, sejak Juni.

Advertisement

Pergerakan harga barang jauh lebih meroket ketimbang tambahan pendapatan yang diterima orang miskin dari BLSM. Sebagai ilustrasi, pendapatan rata-rata orang miskin di Kupang setelah menerima BLSM pada Juni-September naik 16 persen. Namun, harga kebutuhan pokok di periode yang sama juga naik 50 persen.

"Sehingga besarnya BLSM kurang mampu menolong rakyat miskin mengompensasi tingginya kenaikan harga bahan pokok akibat kenaikan BBM," ujarnya.

Tidak hanya BLSM, kebijakan kompensasi lainnya juga bermasalah. Semisal, pembangunan infrastruktur dasar pedesaan senilai Rp 7,2 triliun telat dilaksanakan.

"Infrastruktur dasar baru satu komponen yang on time, duanya miss, baru berjalan November, Desember. Nggak tepat waktu," kata Armida.

Baca juga:
Upaya menjaga stabilitas pangan dinilai berhasil
BI: Inflasi kuartal I/2014 akan terkendali
BPS: Makanan dan gas buat inflasi Desember capai 0,55 persen
Chatib berharap ada sentimen positif buat ekonomi di akhir tahun
Pelemahan nilai tukar rupiah tak pengaruhi inflasi Desember

(mdk/yud)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.