BPS: Makanan dan gas buat inflasi Desember capai 0,55 persen
Merdeka.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan indeks harga konsumen untuk periode Desember 2013. Jelang akhir tahun kemarin, inflasi terpantau 0,55 persen. Sehingga inflasi tahun kalender ialah 8,38 persen.
Dari segi inflasi komponen inti, Desember lalu sebesar 0,45 persen, dan inflasi inti year on year 4,98 persen.
Kepala BPS Suryamin mengatakan, salah satu penyebab utama kenaikan harga adalah bahan makanan dan makanan jadi.
Bahan makanan memberi andil 0,2 persen pada inflasi Desember 2013. Sedangkan makanan jadi dan rokok menyumbang 0,12. Terbesar ketiga, adalah perumahan, air listrik, gas, dan transportasi 0,1 persen.
"Dari kelompok pengeluaran tertinggi pada bahan makanan, dan makanan jadi. Kita tahu karena di akhir tahun menghadapi Natal dan tahun baru, tapi secara umum harga bisa terkontrol dengan baik," kata Suryamin di kantornya, Jakarta, Kamis (2/1).
Jika dibandingkan dengan inflasi Desember sejak 2010, maka capaian 0,55 persen tidak terlalu fluktuatif. Tiga tahun lalu, inflasi di bulan ke-12 0,92 persen, lalu pada 2011 turun menjadi 0,7 persen, sedangkan tahun lalu 0,4 persen.
Namun, ditilik dari komponen pembentuk, Suryamin mengatakan harga diatur pemerintah, terutama gas dan TDL berpengaruh pada inflasi akhir 2013.
Inflasi menurut komponen sepanjang Desember, inti 0,45 persen, harga diatur pemerintah 0,52 persen, harga bergejolak 0,79 persen.
"Kalau kita lihat harga yang diatur pemerintah cukup tinggi, di situ kan ada BBM, gas, elpiji, TDL. Artinya Desember sudah ada pengaruh, gas juga. Pada Desember ada kenaikan biaya distribusi," ungkapnya.
Dari 66 kota yang diamati, di 61 kota masih terjadi inflasi. Sedangkan di lima kota mengalami deflasi.
Inflasi tertinggi terjadi di Manado 2,69 persen. Inflasi terendah Palembang dan Tangerang 0,04 persen. Deflasi tertinggi Padang Sidempuan 0,44 persen.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya