LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Kementerian BUMN Sebut RI Masih Butuh Impor KRL Bekas

Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) telah merampungkan hasil audit rencana impor KRL bekas dari Jepang. Rencana impor tersebut jadi polemik, lantaran Kementerian Perindustrian menilai itu tidak mendukung pengembangan industri perkeretaapian lewat penggunaan tingkat komponen dalam negeri (TKDN).

2023-04-05 14:21:38
KRL
Advertisement

Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) telah merampungkan hasil audit rencana impor KRL bekas dari Jepang. Rencana impor tersebut jadi polemik, lantaran Kementerian Perindustrian menilai itu tidak mendukung pengembangan industri perkeretaapian lewat penggunaan tingkat komponen dalam negeri (TKDN).

Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) II Kartika Wirjoatmodjo mengaku, dirinya belum menerima hasil rekomendasi BPKP. Namun, dia hendak berdiskusi dengan BPKP. Sebab, jadi tidaknya impor KRL bekas Jepang harus dipertimbangkan baik-baik.

"Kita memahami percepatan untuk impor karena ini ada kebutuhan. Tapi juga di sisi lain kita juga lihat sisi kemampuan INKA terkait kualitas, kita cari titik tengahnya. Kita belum baca, nanti kita tentukan titik temu yang pas," ujar Tiko, sapaan akrabnya saat ditemui di Travoy Hub TMII, Jakarta, Rabu (5/4).

Advertisement

Untuk produksi dalam negeri, PT Industri Kereta Api (INKA) beberapa waktu lalu sudah menyelesaikan desain KRL di pabrik Banyuwangi. Sehingga operasional KRL Commuter Line tidak perlu lagi tergantung pada kereta bekas Jepang.

"Kemarin kita di Banyuwangi sudah resmikan proses produksinya, dan kita sudah detailkan desainnya yang sesuai spec, yang sama dengan spec dari Jepang," ungkapnya.

Namun, proses produksi KRL ciptaan anak bangsa tersebut tidak bisa selesai dalam waktu dekat. Sehingga, Tiko menilai urgensi impor KRL bekas Jepang tetap penting.

Advertisement

"Kita mungkin akan mulai produksi dan selesai tahun 2025. Kita paham bahwa kebutuhannya besar. Kita akan rekomendasikan antara percepatan produksi INKA, dan sementara diisi dengan impor. Tapi kita lihat dulu rekomendasi BPKP, apa yang musti kita penuhi dulu," tuturnya.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
BPKP Serahkan Hasil Audit Soal Impor KRL dari Jepang, Ini Isinya
Indonesia Disebut Masih Perlu Impor KRL Hingga 2025
Soal Nasib Impor KRL Bekas Jepang, Ini Kata Dirut KAI
Ini Aturan Berbuka Puasa di KRL Solo-Yogyakarta
Heboh Asap Gerbong KRL di Stasiun Bojong Gede, Begini Penjelasan KAI
Bahagia yang Sederhana ala 'Anker' Kala Jakarta Sepi: Di KRL Duduk Sampai Tujuan

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.