LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Kementerian Agama usul daftar haji bisa melalui bank

Virtual account juga berfungsi untuk mengecek imbal hasil penempatan dana para calon jamaah haji.

2014-01-30 18:13:24
Perbankan
Advertisement

Kementerian Agama berusaha melakukan efisiensi dalam pendaftaran ibadah haji. Diusulkan, pendaftaran cukup dilakukan satu kali yakni di bank penerima dana calon haji usai para jamaah memiliki virtual account.

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Anggito Abimanyu mengatakan, nantinya, calon haji yang telah memiliki virtual account bisa langsung mendaftar untuk berangkat haji di bank-bank penerima setoran haji.

"Yang penting kita pastikan sistemnya efisien dan jemaah tidak bolak-balik. Dia kan sudah punya tabungan, dia mutasi, otomatis berkasnya pindah ke situ. Kemarin kan nasabah yang daftar jemaah haji harus ke bank lalu ke Depag, lalu ke bank. Itu akan kita kurangi. Menyederhanakan pendaftaran sekaligus buat transparan," papar Anggito di Balai Kartini, Jakarta, Kamis (30/1).

Dia juga meminta fasilitas serupa virtual account itu bisa memeriksa saldo rekening haji bagi para calon jemaah haji. Namun, tidak dapat melakukan penarikan saldo dari rekening tersebut.

"Meski uang tidak bisa diambil, tapi kami usulkan agar nasabah bisa melihat saldonya secara virtual. Nantinya dengan adanya virtual account ini, ada ATM-nya, nasabah haji bisa cek saldonya, tapi gak bisa ambil dananya kecuali dia batal berangkat," katanya.

Melalui fasilitas ini, lanjut Anggito, nasabah bisa mengetahui imbal hasil yang diterimanya dengan menyimpan dana haji di bank.

"Tahun lalu setoran awal Rp 25 juta, BPIH naik Rp 10 juta, total (biaya haji jamaah) Rp 35 juta. Padahal, biayanya (sebenarnya) itu Rp 45 juta. Nah sisanya itu diambil dari manfaat simpanan haji dari nasabah. Jadi tidak semua nasabah tahu berapa besar manfaat yang dia peroleh selama menyimpan dana hajinya di bank," jelas Anggito.

Layanan tersebut, nantinya akan diberlakukan di 17 bank yang menawarkan produk tabungan haji. 17 bank tersebut terdiri dari lima Bank Umum Syariah (BUS) dan 12 Unit Usaha Syariah (UUS). Lima BUS tersebut yakni Bank Syariah Mandiri (BSM), Bank Rakyat Indonesia Syariah (BRIS), Bank Negara Indonesia Syariah (BNIS), Bank Muamalat Indonesia (BMI) dan Bank Mega Syariah (BMS).

"Semuanya, kita sedang desain online sistem supaya bisa lebih transparan dan cepat. Sekarang kan sistem pendaftaran kita kurang efisien karena harus bolak balik. Mudah-mudahan BPS-BPS (Bank Penerima Setoran) yang sudah modern dan kemampuan sistem IT nasional bisa networking bisa kemana-mana, kita bisa laksanakan online sistem," jelas Anggito.

Anggito menegaskan bahwa, Kementerian Agama sudah memiliki sistem yang siap diterapkan di perbankan. Menurutnya, sistem tersebut dapat digunakan apabila bank menambah fitur di ATM yang memungkinkan calon jamaah haji memeriksa saldo rekening hajinya tanpa bisa mengambil uangnya.

"Kita sudah sistemnya generasi kedua yang terhubung dengan bank. Sebenarnya tidak ada masalah. Tinggal banknya menambah fitur di ATM," tutup Anggito.

Baca juga:
Jurus Kemenag agar biaya haji tak naik gara-gara Rupiah melemah
Pemerintah ingin kelola dana haji di instrumen investasi
Tahun ini, Pos Indonesia layani kargo haji
Bank Panin Syariah perbesar rasio dana murah dari dana haji
Suryadharma janji kuota haji Indonesia tahun ini kembali normal

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.