Jurus Kemenag agar biaya haji tak naik gara-gara Rupiah melemah
Merdeka.com - Kementerian Agama mengaku telah mengantisipasi dampak depresiasi Rupiah agar tidak terlalu mempengaruhi ongkos naik haji (ONH).
Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Anggito Abimanyu mengatakan, Kementerian Agama telah melakukan lindung nilai atau hedging terkait penyelenggaraan ibadah haji.
"Kita hanya mengurangi, mereduksi risiko saja, melakukan hedging saja. Kita natural hedging saja, tidak beli instrumen apa-apa, hanya kita lakukan supaya pembayarannya itu misalnya dolarnya itu ditetapkan pada harga tertentu. Tidak mengikuti harga pasar, gitu," jelas Anggito di Balai Kartini, Jakarta, Kamis (30/1).
Meski belum dapat mengupayakan penggunaan mata uang Real dalam bertransaksi terkait layanan haji di Arab Saudi, Kementerian Agama meminimalisir pembayaran menggunakan dolar Amerika Serikat (USD) dengan menggunakan mata uang Rupiah jika dimungkinkan.
"Contohnya beberapa pelayanan yang diterima oleh orang Indonesia itu dalam Rupiah, misal petugas musiman meskipun dia berdomisili di Arab Saudi, kita bayar pakai Rupiah. Nanti dengan pihak penerbangan yang domestik ya, yang nasional, kita pakai Rupiah. Itu mengurangi risiko," jelas Anggito.
Mantan Plt Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu ini mengaku, biaya layanan ibadah haji sekitar 80 persen menggunakan mata uang USD. Oleh sebab itu, depresiasi Rupiah diakui bakal berpengaruh terhadap biaya yang akan dikeluarkan oleh jamaah haji tahun ini.
"Buat jamaah pengaruh, karena bayarnya pakai Rupiah, risikonya ada di jamaah. Makanya kita pikirkan agar risikonya tidak terlalu berat bagi jamaah. Bayar penerbangan, pemondokan, transportasi, kan semua dalam bentuk valas," papar Anggito.
Melihat fluktuasi Rupiah terhadap USD, Anggito mengatakan, Kementerian Agama berencana menempatkan aset dana haji dalam bentuk obligasi syariah atau sukuk berdenominasi valas. Namun, rencana tersebut masih menunggu persetujuan dari Kementerian Keuangan.
"Tergantung Kementerian Keuangan. Sukuk Rupiah kita sudah menempatkan, kemarin ikut juga dalam lelang Rupiah sukuk. Diserap semua. Sukuk kita termasuk pemain terbesar ya," tutup Anggito.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya