LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Kementan dan BPS buat sistem pendataan pangan secara online

Masyarakat membutuhkan informasi yang mudah diakses.

2016-08-10 12:24:07
Kementan
Advertisement

Kementerian Pertanian (Kementan) bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) membangun metode dan sistem pendataan pangan secara online. Tujuannya, agar data yang akurat dan terbaru dapat digunakan dalam pengambilan keputusan secara cepat dan tepat sehingga pertanian semakin maju dan petaninya lebih sejahtera.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Sugiyono mengatakan, kebijakan pemerintah untuk membenahi data pangan dan membangun satu data dan satu peta, memang sudah mendesak untuk dilakukan.

"Saya sebagai pengamat membutuhkan informasi data tersebut lebih mudah diakses," kata Sugiyono melalui keterangan resminya di Jakarta, Rabu (10/8).

Advertisement

Berdasarkan Informasi Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kementan, perbaikan yang dilakukan, yakni sudah dikembangkan sistem Short Message Service (SMS) melalui handphone untuk pelaporan luas tambah tanam padi secara harian dari setiap kecamatan dan kabupaten/kota. Hasil SMS langsung dimonitoring online melalui website, sehingga setiap ada lokasi tanam harian dapat dimonitor dari provinsi dan pusat.

Kedua, monitoring luas tanam dan panen padi menggunakan satelit citra landsat-8 yang lebih akurat di seluruh Indonesia bersama LAPAN. Ketiga, melakukan ground-cek dan verifikasi luas tanam dan panen menggunakan metode grid squere berbasis peta kerja citra satelit resolusi sangat tinggi dari LAPAN.

Keempat, melakukan pendataan stok gabah/beras di penggilingan. Kelima, melakukan sistem pendataan stok penggilingan. Dan keenam, melakukan audit dan pemetaan lahan, pemetaan sistem perbenihan, audit jaringan irigasi dan lainnya.

Advertisement

"Disamping itu, Kementan dengan BPS juga mengembangkan metode statistik dan sistem online untuk berbagai kegiatan pendataan dan survei," imbuhnya.

Pertama, untuk pendataan cabai, bawang merah, sapi, tebu, dan lainnya. Kedua, survei tata niaga jagung, kedelai, ubi kayu. Ketiga, pendataan rumah potong hewan. Keempat, informasi harga harian baik tingkat petani dan eceran. Kelima, sistem online manajemen mencakup sistem e-planning, e-procurement, pengadaan secara elekronik dan e-katalog, perijinan secara online, e-personal tertintegrasi pengelolaan kepegawaian, aset dan keuangan.

Dalam rangka meningkatkan kualitas manajemen informasi di Kementan, saat ini dikembangkan kebijakan Satu Data dan Satu Peta. Kebijakan ini meliputi, pertama, mengembangkan infrastruktur jaringan, multimedia dan kecepatan akses internet.

Kedua, mengembangkan e-personal yang mengintegrasikan seluruh sistem elektronik (e-goverment) mencakup manajemen kepegawaian, perlengkapan/aset, keuangan, persuratan, arsip, absensi dan lainnya. Ketiga, mengintegrasikan data teknis pertanian di luar data yang diterbitkan BPS dengan pembagian tugas unit Eselon-I sebagai wali data dan Sekretariat Jenderal dalam hal ini Pusdatin sebagai Unit kliring data.

Baca juga:
Mentan sebut rencana impor langsung satu tahun rugikan feedloter
Jaga stok pangan, mentan minta sistem irigasi harus dinormalisasi
Dirjen Kementan sebut Indonesia bisa ekspor beras akhir tahun ini
Kementan rumuskan tata cara dan syarat impor jeroan
7.684 Penyuluh pertanian bakal diangkat menjadi CPNS Kementan
Peringkat ketahanan pangan Indonesia naik di era Presiden Jokowi
Bos Bea Cukai: Kita dukung impor jeroan kalau memang sudah dibuka

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.