Jaga stok pangan, mentan minta sistem irigasi harus dinormalisasi
Merdeka.com - Menteri Pertanian Amran Sulaiman meminta kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PU-Pera) agar melakukan normalisasi infrastruktur di sejumlah daerah, salah satunya sistem irigasi. Hal ini untuk menjaga stok pangan nasional tetap stabil.
Menurutnya, ada beberapa daerah yang sistem irigasi dan lahan persawahannya masih belum memadai, sehingga menimbulkan kerugian yang signifikan. Seperti Indramayu, Subang, Kabupaten Batubara dan Aceh Barat yang harus dinormalisasi.
"Langkah ini perlu diambil untuk menciptakan kondisi pangan yang lebih baik, jadi normalisasi penting dilakukan di seluruh daerah daripada membuka lahan baru yang membutuhkan lebih banyak biaya dan waktu yang lebih lama," kata Amran di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (9/8).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution meminta adanya data akurat terkait kondisi riil dari saluran irigasi yang sudah dibangun. Sebab, tidak tersedianya data tersebut menjadi salah satu masalah irigasi hingga saat ini.
"Kalau ada data dari ujung ke ujung, kebijakan kita akan bisa berjalan lebih baik," imbuhnya.
Meski begitu, jumlah total stok beras di gudang Bulog saat ini mencapai angka 2,6 juta ton. Surplusnya stok beras ini akibat fenomena La Nina yang membuat curah hujan di Indonesia lebih tinggi dibandingkan kondisi normal.
Dengan adanya normalisasi infrastruktur, diharapkan bisa meningkatkan jumlah stok pangan di Indonesia. "La Nina bagus untuk padi, tapi kita perlu waspada untuk komoditas kedelai dan bawang," pungkasnya.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya