Kemenperin: Suku bunga bank kita memang cukup tinggi, sudah jadi pembicaraan umum
Namun, menurut dia, era industri 4.0 yang mengedepankan penggunaan teknologi bakal mendorong efisiensi di sektor industri. Karena itu, meski modal investasi besar tapi akan dikompensasi dengan tingkat efisiensi yang juga lebih tinggi.
Indonesia tengah berbenah diri untuk menghadapi revolusi industri ke-4 atau era industri 4.0. Presiden Joko Widodo-pun telah meresmikan roadmap industri 4.0 yang telah disusun Kementerian Perindustrian.
Namun, pelaku industri mengakui masih terdapat beberapa tantangan yang harus dihadapi, salah satunya permodalan. Bunga bank yang tinggi, disebut memberatkan pelaku industri memperoleh modal.
Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian, Panggah Susanto mengakui bahwa bunga bank di Indonesia memang masih sangat tinggi.
"Kalau bunga bank itu sudah kebijakan moneter secara makro. Memang cukup tinggi. Itu sudah jadi pembicaraan umum kalau bunga bank kita tinggi," ungkapnya ketika ditemui, di JCC, Jakarta, Kamis (5/4).
Namun, menurut dia, era industri 4.0 yang mengedepankan penggunaan teknologi bakal mendorong efisiensi di sektor industri. Karena itu, meski modal investasi besar tapi akan dikompensasi dengan tingkat efisiensi yang juga lebih tinggi.
"Modal memang butuh modal cukup besar. Butuh tambah modal. Tapi akan dihitung dengan efisiensi yang dihasilkan. Sebenarnya besar atau kecil modal itu relatif. Kalau dihitung dengan dampak yang akan ditimbulkan sebenarnya itu masih dalam kalkulasi," jelas dia.
Sementara itu, Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI), Adhi S. Lukman mengatakan, sebagai pelaku industri pihaknya menunggu kebijakan Pemerintah yang dapat mendukung peralihan ke industri 4.0.
"Pemerintah terutama Kementerian Perindustrian sedang siap ke sana, baik regulasi, kesiapan infrastruktur. Terus terang kami menunggu aturan yang lebih jelas lagi. Insentif apa yang diberikan, fasilitas apa yang diberikan, ini semua masih kita tunggu," katanya.
Dia-pun menyambut positif upaya pemerintah untuk memberikan berbagai insentif bagi pelaku industri, misalnya fasilitas tax deduction. "Ini dari Kementerian Perindustrian ke sana. Mudah-mudahan Kementerian Keuangan mendukung ini sehingga kita segera melaksanakan. Di negara lain yang saya tahu, misalnya Singapura dan Malaysia sudah menerapkan double tax deduction ini untuk inovasi. Ini yang kita harapkan bisa dilakukan di Indonesia supaya kita bisa lebih cepat mendorong 4.0," ujar dia.
Dalam pandangannya, insentif fiskal yang diberikan pemerintah, akan sangat membantu pelaku usaha. Selain itu, semakin mendukung terciptanya iklim investasi yang baik di Indonesia.
"Kalau di Singapura kita lihat double tax deduction itu dua kali lipat dari biaya inovasi untuk mengurangi basis pajak sebanyak dua kali. Kalau Indonesia memberatkan APBN mungkin bisa diterapkan satu kali dulu, kalau sudah baik APBN bisa 1,5 kali dan 2 kali," tandasnya.
Baca juga:
Kemenperin: Pengusaha IKM jadi motor pertumbuhan di revolusi industri ke-4
Industri RI siap bantu petani tingkatkan kualitas garam dan serap 1,4 juta produksi
Jokowi: Bandara dan hotel Singapura mulai gunakan robot gantikan tenaga manusia
Industri tunggu kesiapan Pertamina sediakan BBM Euro 4 di Asian Games
Menperin ke pengusaha: Investasi di Indonesia dijamin untung, tertinggi di Asia