Kemenperin percepat kesepakatan industri tekstil dengan AS
Kemenperin percepat kesepakatan industri tekstil dengan AS. Amerika Serikat berkeinginan untuk meningkatkan kerja sama industri tekstil antara AS-Indonesia. Upaya ini tidak lain karena AS merupakan pemasok utama kapas. Impor kapas untuk kebutuhan industri tekstil di Indonesia mencapai 70 persen.
Amerika Serikat berkeinginan untuk meningkatkan kerja sama industri tekstil antara AS-Indonesia. Upaya ini tidak lain karena AS merupakan pemasok utama kapas.
Duta Besar AS untuk Indonesia, Joseph R Donovan pada saat pertemuan dengan sejumlah pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Pertekstilan Indonesia berharap dapat menerima masukan-masukan dari kalangan pengusaha tekstil di Indonesia dan mendapatkan perjanjian kerja sama antara AS-Indonesia.
Dirjen Industri Kimia, Tekstil, dan Aneka Kementerian Perindustrian, Achmad Sigit Dwiwahjono mengatakan, pertemuan tersebut merupakan yang pertama kalinya dengan dubes baru AS untuk Indonesia. Pemerintah berencana mempercepat adanya kesepakatan kedua negara yang lebih konkret di bidang pertekstilan.
"Kami punya material center atau pusat penyedia bahan baku produk industri, tujuannya untuk mempermudah pelaku industri kecil dan menengah (IKM) mendapatkan bahan baku dengan harga yang terjangkau," kata Sigit dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (24/3).
Sigit menyebut, impor kapas untuk kebutuhan industri tekstil di Indonesia mencapai 70 persen. Pemerintah berencana untuk memperkuat material center industri tekstil salah satunya di Jawa Barat dengan mendirikan sekolah khusus kapas untuk mengembangkan jenis lain namun dengan kualitas yang berbeda.
Selain mendirikan sekolah khusus kapas tersebut, Sigit juga menyebutkan dalam rangka menyukseskan program vokasi Kemenperin, IKTA akan bekerja sama dengan 500 SMK di Jawa Timur dan Jawa Tengah untuk melakukan praktik sekolah di industri tekstil dan indsutri lainnya yang berada di lingkup IKTA.
Saat ini, pemerintah masih terus memperjuangkan agar tekstil Indonesia tidak dikenakan tarif seperti di Vietnam. Sigit berharap, ke depan kerja sama dengan AS dapat dikembangkan terutama untuk mengembangkan industri pertekstilan dari hulu sampai hilir.
"Semoga kerja sama dengan AS bisa mengembangkan industri pertekstilan dari hulu sampai hilir," pungkasnya.
Hingga akhir 2016 tahun lalu, nilai ekspor kapas AS untuk Indonesia mencapai angka USD 350 juta, terbesar dibanding dengan negara lainnya. Hal ini tentu memberikan dampak positif bagi Indonesia untuk menciptakan lapangan kerja yang lebih luas.
Baca juga:
Bulu mata palsu Indonesia banyak dibeli warga Italia dan dunia
Impor barang di bawah USD 100 kini tak kena cukai
Harga membaik, bawang merah RI diekspor ke 3 negara Asia Tenggara
Mendag Enggar ajak produsen kopi kuasai pasar ekspor
Neraca perdagangan Jatim-China defisit USD 2,65 miliar
BI: Surplus neraca perdagangan karena ekspor kelapa sawit naik
Nilai ekspor Papua anjlok 96 persen karena Freeport tak berproduksi