Kemenperin Gandeng BKI-Iperindo, Pastikan Keselamatan Pekerja di Industri Galangan Kapal
Industri galangan kapal memiliki risiko kerja yang tinggi, baik dari segi keselamatan operasional maupun kesehatan pekerja, penerapan SMK3.
PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) atau BKI bekerja sama dengan Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Sarana Lepas Pantai Indonesia (Iperindo) serta Kementerian Perindustrian RI untuk menyelenggarakan Bimbingan Teknis mengenai penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) di industri galangan kapal.
Kegiatan yang bertemakan Awareness Safety Leadership di sektor galangan kapal ini dilaksanakan di Kantor Pusat BKI, Jakarta, sebagai bagian dari upaya memperkuat penerapan keselamatan kerja dalam sektor maritim.
Mengingat bahwa industri galangan kapal memiliki risiko kerja yang tinggi, baik dari segi keselamatan operasional maupun kesehatan pekerja, penerapan SMK3 secara konsisten sangat diperlukan untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja, kematian, dan penyakit akibat kerja, serta memastikan kepatuhan terhadap regulasi keselamatan yang berlaku.
Dalam forum ini, para pemangku kepentingan diajak untuk memperkuat kepemimpinan dalam keselamatan dan meningkatkan pemahaman mengenai praktik K3 yang efektif. Direktur Operasi Bisnis Klasifikasi BKI, Arief Budi Permana, menekankan bahwa kepemimpinan memiliki peran krusial dalam membangun budaya keselamatan.
"Peningkatan keselamatan harus dimulai dari kepemimpinan. Workshop ini menjadi momentum bagi para pemimpin untuk memperkuat komitmen dalam menciptakan industri galangan kapal yang lebih aman," ungkapnya.
Arief juga menegaskan bahwa peningkatan kompetensi keselamatan adalah langkah penting untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman bagi seluruh pekerja di galangan kapal. "BKI siap mendukung setiap upaya peningkatan keselamatan di lingkungan galangan kapal, termasuk melalui edukasi dan penguatan kesadaran agar risiko dapat diminimalkan."
Tempat untuk Belajar dan Berbagi Pengalaman
Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi para pelaku industri galangan kapal untuk belajar dan berbagi pengalaman mengenai penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Dengan adanya penguatan kapasitas bagi pimpinan dan manajer, diharapkan akan terjadi peningkatan signifikan dalam kualitas pengawasan, pengendalian risiko, serta terciptanya lingkungan kerja yang lebih aman bagi seluruh pekerja.
Program ini juga bertujuan untuk memperkuat sinergi antar lembaga demi mendukung industri maritim nasional yang berkelanjutan dan responsif terhadap tantangan keselamatan. Sebagai langkah lanjutan, Bimbingan Teknis Penerapan SMK3 untuk manajer dan staf K3 di sektor galangan kapal akan dilaksanakan secara daring pada tanggal 26 hingga 27 November 2025.
Melalui serangkaian kegiatan ini, diharapkan praktik keselamatan di galangan kapal dapat diterapkan dengan lebih konsisten dan menyeluruh.
BUMN BKI Jamin Kesiapan Infrastruktur Pelayaran
Sebelumnya, Direktur Utama PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero)/BKI, R. Benny Susanto, menegaskan komitmen BKI untuk mendukung Pemerintah dan Kementerian Perhubungan dalam memastikan kelancaran serta keselamatan penyelenggaraan Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025-2026. Hal ini disampaikan saat kunjungan ke beberapa lokasi strategis di Banten, termasuk Posko BKO Perhubungan Ciwandan dan Pelabuhan PT BBJ Bojonegara.
Kunjungan tersebut bertujuan untuk memastikan kesiapan infrastruktur serta fasilitas angkutan dalam menghadapi peningkatan aktivitas selama musim libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
“Melalui peran aktif dalam pemeriksaan, pengawasan teknis, dan pemastian kelaiklautan kapal serta sarana pendukung transportasi laut, BKI berkomitmen menghadirkan transportasi yang aman, nyaman, dan terpercaya bagi masyarakat,” ungkapnya pada Rabu (31/12).
BKI terus berupaya untuk meningkatkan keandalan layanan transportasi nasional, terutama pada periode dengan mobilitas tinggi, dengan prioritas utama menjamin keselamatan anda dan keluarga.