KemenPAN-RB: Sejak 2005-2014, mayoritas penerimaan PNS dari tenaga honorer
Sejak 2005 sampai 2014, pemerintah telah mengangkat lebih banyak tenaga honorer sebagai PNS dibanding para pelamar umum. Hal tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap para tenaga honorer yang bekerja di berbagai lembaga kepemerintahan.
Sejak 2005 sampai 2014, pemerintah telah mengangkat lebih banyak tenaga honorer sebagai PNS dibanding para pelamar umum. Hal tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap para tenaga honorer yang bekerja di berbagai lembaga kepemerintahan.
"Kalau kita bandingkan, pada kurun waktu 2005-2014, tenaga honorer yang telah direkrut sekitar 1,070 juta. Sedangkan dari pelamar umum semisal lulusan baru universitas dalam kurun waktu yang sama hanya 775 ribu," ungkap Deputi Bidang SDM Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Setiawan Wangsaatmaja di Jakarta, Senin (4/6).
"Artinya, mayoritas penerimaan PNS ini berasal dari tenaga honorer," tambahnya seraya menyimpulkan.
Selain itu, dia turut mengkalkulasi terkait komposisi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ada saat ini. Dari total 4,3 juta PNS yang ada, salah satunya didominasi oleh profesi guru.
"Total ASN saat ini kurang lebih 4,3 juta, yang terdiri dari guru 1,6 juta, tenaga kesehatan 264 ribu, tenaga fungsional teknis 372 ribu, dan tenaga jabatan fungsional umum yang saat ini dikenal dengan administrasi 1,6 juta," imbuhnya.
Jika posisi guru coba dikesampingkan, maka sekitar 60 persen PNS yang ada saat ini mengisi jabatan di sektor administratif. Menurutnya, kondisi tersebut terbilang memberatkan pemerintah yang hendak mencapai target kerja.
"Tentunya sangat amat berat bagi pemerintah bila ingin kejar target-target dari capaian organisasi ini," tandasnya.
Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
THR PNS tahun ini lebih besar, pemerintah jamin kas daerah cukup
THR dan gaji ke-13 PNS diharap bisa genjot penjualan ritel tahun ini
Pemerintah sebut 87 persen pegawai honorer dihasilkan oleh pemda
Sri Mulyani: Penganggaran THR untuk PNS sudah dibahas dari 2017 lalu
DPR dan pemerintah gelar rapat bahas nasib honorer K-2