Kemenhub sebut citra sebuah negara berada pada kondisi bandaranya
"Kami melihat barometernya ada di Bandara Soekarno-Hatta."
Masalah bandara menjadi polemik tak kunjung berujung. Sebagai pintu gerbang utama, citra sebuah negara terkadang tergantung bagaimana kondisi bandaranya.
Kementerian Perhubungan mengakui bahwa itu dirasakan kepada Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang. Menurutnya, ini pekerjaan rumah berat bagi PT Angkasa Pura II selaku pengelola.
"Kami melihat barometernya ada di Bandara Soekarno-Hatta," kata Staf Direktorat Jendral Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Teguh Pratama di Jakarta, Jumat (26/6).
Berbagai masalah di Bandara Soekarno-Hatta memberi kesan AP II tidak becus kerja. Maka tak sedikit masyarakat berpandangan buruk kepada AP II bila terjadi masalah di bandara tersebut.
"Gambaran masyarakat ada di Soekarno-Hatta, kesannya AP II tidak bagus, jadi berat juga bagi AP II," ujarnya.
Menurut dia, seharusnya bandara di Indonesia sudah mengutamakan pelayanan dibanding keamanan. "Kemarin kami di DPR masih diminta safety, padahal harusnya sudah pelayanan," terangnya.
Baca juga:
YLKI kritik harga makanan di bandara kelewat mahal
Ganjar Pranowo berencana bangun bandara di Purbalingga
Menteri Jonan ngaku lebih tertarik kembangkan transportasi udara
Menhub resmikan terminal keberangkatan Bandara Abdulrachman Saleh
Wajah semringah Kim Jong-un lihat kemewahan Bandara Pyongyang