Kemendag incar pasar ekspor baru tekan defisit transaksi berjalan
Misi dagang Indonesia 2018 dalam waktu dekat ini ada 5 negara yaitu dengan Swiss pada tanggal 2-3 Oktober, Spanyol di 4-6 Oktober, Shanghai China 5-10 November, Jeddah Saudi Arabia 28 November-2 Desember, dan terakhir Mesir di 3-4 Desember 2018. Selama ini pasar utama dalam misi dagang ialah China, Jepang, hingga AS.
Kementerian Perdagangan (Kemendag) berupaya menekan defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) RI. Selain melalui pameran dagang, Kemendag juga melakukan beberapa misi dagang dengan negara lain.
"Misi dagang Indonesia 2018 dalam waktu dekat ini ada 5 negara yaitu dengan Swiss pada tanggal 2-3 Oktober, Spanyol di 4-6 Oktober, Shanghai China 5-10 November, Jeddah Saudi Arabia 28 November-2 Desember, dan terakhir Mesir di 3-4 Desember 2018," tutur Direktur Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag, Arlinda, di Jakarta, Rabu (19/9/2018).
Kata Arlinda, pada misi dagang kali ini, Indonesia berusaha membidik pasar-pasar non konvensional. Selama ini pasar utama RI dalam misi dagang ialah China, Jepang, Amerika Serikat (AS), India dan juga Singapura.
"Sesuai arahan dari Bapak Presiden Joko Widodo dan Bapak Mendag, Indonesia coba memasuki pasar di luar pasar utama. Sehingga fokus utama kita kali ini pada pasar non konvensional," ujarnya.
Menurut Arlinda, selain pasar Asia, Indonesia juga mempertimbangkan prospek peningkatan transaksi ekspor pada cakupan pasar uni eropa (EU).
"Untuk pasar konvensional di Asia Selatan ini ada India, Sri Lanka, dan juga Bangladesh. Kemarin saat kita melakukan misi dagang dengan Bangladesh ini transaksi dagang bisa mencapai USD 290 juta," kata dia.
"Selain itu, juga ada Spanyol dan Swiss. Kenapa Spanyol? Karena Spanyol ini member dari EU. Meski ekspor kita tidak banyak ke Spanyol, tapi mereka punya pengaruh menggaungkan produk Indonesia di wilayah Eropa, makanya kita misi dagang kesitu," tambahnya.
Sementara itu, untuk misi dagang Jeddah Saudi Arabia, Kemendag akan menggenjot kegiatan ekspor RI melalui pangsa pasar Haji. "Untuk Jeddah, kita ingin gapai market orang-orang kita yang naik haji. Jadi harus lebih fokus memperkenalkan produk kita," pungkasnya.
Reporter: Bawono Yadika
Sumber: Liputan6
Baca juga:
Perbaiki neraca perdagangan, pemerintah diminta atur impor BUMN
Menperin optimis ekspor tekstil RI tembus USD 7,74 miliar hingga akhir 2018
Perkuat Rupiah, Pupuk Indonesia targetkan nilai ekspor Rp 8,31 triliun
Bos Kadin sebut pengusaha siap bawa kembali 40 persen DHE hingga akhir 2018
Kemendag beberkan komoditas ekspor potensial saat AS-China perang dagang
Aturan baru, impor barang kiriman di atas USD 75 harus bayar bea masuk
Menteri Jonan: Ekspor batubara bakal tutup defisit neraca perdagangan