Kembangkan jiwa kewirausahaan, TKW dilatih jadi programmer
Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) akan menyelenggarakan Coding Mum di luar negeri. Coding Mum sendiri merupakan pelatihan bahasa pemprograman komputer dengan sasaran ibu rumah tangga yang bekerja sebagai buruh migran Indoensia.
Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) akan menyelenggarakan Coding Mum di luar negeri. Coding Mum sendiri merupakan pelatihan bahasa pemprograman komputer dengan sasaran ibu rumah tangga yang bekerja sebagai buruh migran Indoensia.
Kepala Bekraf, Triawan Munaf mengatakan, negara yang menjadi tujuan pelaksanaan kegiatan ini di antaranya Singapura, Malaysia, Hong Kong, Taiwan, Arab Saudi (Madinah).
"Kegiatan ini merupakan bagian skenario besar Bekraf dalam mencapai sasaran strategia penyerapan tenaga kerja dari sektor ekonomi kreatif dengan jumlah 17 juta hingga 2019," ucap Triawan di Gedung Kemnaker, Jakarta, Jumat (24/3).
Dia menjelaskan, kegiatan Coding Mum bertujuan untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan para buruh migran wanita agar saat pulang ke Tanah Air mereka bisa melakukan bisnis online dengan cara membuat web usaha sendiri.
"Mereka juga bisa bekerja sebagai programmer, dampaknya dapat menghasilkan lapangan kerja dan sumber pendapatan baru," katanya.
Dalam pelaksanaan Coding Mum di luar negeri, Bekraf menggandeng PT Bank Mandiri dan PT Kolaborasi Ide Kreatif dengan target peserta sebanyak 12 batch. Setiap batch akan diikuti oleh 10-20 peserta dari buruh migran wanita terpilih melalui seleksi.
"Kurikulum Coding Mum di Asia mewajibkan peserta melakukan pelatihan dalam 8 kali pertemuan," katanya.
Dalam kesempatan sama, Direktur Utama Bank Mandiri, Kartika Wirjoatmodjo mengatakan pihaknya akan menyinergikan program Coding Mum dengan program Mandiri Sahabatlu yang telah dilaksanakan sebelumnya di Hong Kong, Malaysia, Korea dan Singapura.
"Dari 2011 program ini telah memberikan pelatihan berwirausaha kepada lebih dari 10.000 BMI," katanya.
Sebanyak 12 batch peserta ini akan terbagi dari berbagai negara. Rinciannya, 4 batch di Singapura yang dimulai dari Januari, Maret, Juli dan September 2017. Kemudian 2 batch di Hong Kong pada April dan Juli 2017, selanjutnya 1 batch di Madinah, 2 batch di Taiwan yang rencananya dihelat pada Juli dan September 2017. Kemudian 2 batch di Johor serta 1 batch di Kuala Lumpur yang masing-masing dimulai pada Agustus 2017.
Baca juga:
Gus Ipul: Libatkan serikat pekerja awasi Tenaga Kerja Asing ilegal
Mahasiswa harus gantikan tenaga kerja asing di industri nasional
Sri Mulyani: Dana ke daerah tinggi tapi kualitas SDM tidak meningkat
Kemenaker bentuk tim reaksi cepat tangani masalah TKI di luar negeri
Pemerintah targetkan 3 juta pekerja konstruksi bersertifikat
Ini langkah pemerintah tingkatkan kinerja SDM lokal di Morowali
Luhut sebut perusahaan pengguna TKA China bayar pajak capai Rp 900 M