LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Kebijakan proteksionis Trump bakal turunkan harga komoditas

Kebijakan proteksionis Trump akan membuat ekonomi China melemah. Kemudian, pelemahan ekonomi China akan membuat permintaan akan komoditas menurun, dan hingga akhirnya harga akan tetap melemah.

2017-01-24 19:02:25
Donald Trump
Advertisement

Donald Trump telah resmi menjadi Presiden Amerika Serikat ke-45 setelah dilantik beberapa hari yang lalu. Sama seperti saat kampanye, Trump akan memulai pemerintahannya dengan kebijakan proteksionisnya, yaitu American First.

Pengamat Ekonomi sekaligus Mantan Menteri Keuangan, Chatib Basri mengaku khawatir dengan kebijakan Trump karena akan berdampak pada ekonomi global. Mengingat, Amerika akan membatasi perdagangan dengan negara-negara lain, salah satunya China.

"Negara importir terbesar di dunia itu Amerika, Uni Eropa, dan China. Tapi kalau Trump bikin bariers maka impornya juga tidak akan jadi. Artinya ekspor tidak akan bisa kita harapkan. Sehingga (ekonomi) China akan slow down," kata Chatib di Jakarta, Selasa (24/1).

Advertisement

Melemahnya ekonomi China, diperkirakan akan membuat harga komoditas tetap melemah. Tentunya hal ini akan memengaruhi negara-negara berkembang yang menggantungkan perekonomiannya pada ekspor komoditas, termasuk Indonesia.

"Saya punya harapan crude palm oil harganya naik. Kalau naik Ibu Sri Mulyani (Menteri Keuangan) akan senang karena government revenue itu improve. Karena harga komoditi baik kita tertolong. Tapi kalau China slow down karena Trump, maka harga komoditi tidak akan naik kuat," imbuhnya.

Dengan demikian, peluang pemerintah menaikkan fiskal stimulus menjadi terbatas. "Sehingga harapan satu-satunya dengan private presumption. Sayangnya, private presumption kita itu naiknya tidak signifikan. Sehingga pertumbuhan ekonomi kita hanya 5,1-5,2 persen di 2016 itu sebenarnya tidak buruk," pungkas Chatib.

Advertisement

Baca juga:
Chatib Basri ramal suku bunga acuan Indonesia akan naik 50 bps
Survei OJK, laki-laki dominasi pemahaman dan pengguna jasa keuangan
Ditjen Pajak incar pajak Selebgram, ini kata Google Indonesia
Eks Menkeu: Ketidakpastian dunia adalah Trump, bukan Amerika
Pipa bocor buat kilang Balikpapan sempat berhenti operasi seminggu

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.