Kebijakan Menteri Susi belum bikin nelayan sejahtera
Kebijakan Menteri Susi hanya fokus mengatasi penangkapan ikan ilegal.
Kebijakan yang dikeluarkan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti belum terarah. Lantaran, hanya difokuskan pada penangkapan ilegal dan menghancurkan kapal-kapal asing.
Analis Asosiasi Ekonomi Indonesia Dani Setiawan mengatakan kebijakan tersebut hanya memberi angin segar kepada nelayan. Namun, kata dia, para nelayan tidak diberi pendidikan soal budi daya ikan.
"Padahal sumber daya alam Indonesia itu besar, seharusnya hal ini dimanfaatkan untuk para nelayan. Seharusnya para nelayan juga diberi kemampuan untuk produk perikanan, tidak hanya mengekspor ikan mentah saja," jelas Dani di Jakarta, senin (19/10).
Dani juga menyinggung mengenai hambatan perekonomian di sektor industri. Hambatan pertama adalah kondisi makro yang mengalami penurunan.
Kedua, kondisi krusial. Menurut dia, setidaknya ada 1.300 desa yang berbatasan dengan wilayah laut negara lain tertinggal yang kategorinya tertinggal. Terakhir, kondisi fiskal dalam satu tahun terakhir belum mengalami peningkatan.
"Meskipun adanya relokasi terhadap nelayan, hal tersebut belum menimbulkan efek yang terasa yang ada angka kemiskinan makin bertambah," pungkas dia.
Baca juga:
Miris, harga Solar di nelayan mencapai Rp 12.000 per liter
Kabut asap makin pekat, Nelayan Nunukan dilarang melaut
Dua warga Mataram hilang saat mancing di laut
Pakai bius buat mancing ikan, 15 nelayan ditangkap polisi
Nelayan Cilacap panen ratusan ton ubur-ubur