Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Miris, harga Solar di nelayan mencapai Rp 12.000 per liter

Miris, harga Solar di nelayan mencapai Rp 12.000 per liter solar. Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Ketua Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI), Muhammad Tahir mengatakan, kehidupan nelayan di Indonesia masih jauh dari kata sejahtera. Salah satu penyebabnya karena tidak meratanya harga Solar yang dibeli nelayan.

Menurut Tahir, nelayan Tanah Air harus membeli solar seharga Rp 11.000 hingga Rp 12.000 per liter. Nelayan tidak pernah merasakan harga Solar yang berkisar Rp 6.000 hingga Rp 7.000 per liter seperti di SPBU.

Tahir menyebut nelayan tidak diizinkan membeli Solar di SPBU dengan menggunakan jerigen, sehingga mereka terpaksa membeli di SPDN (Solar Packed Dealer Nelayan).

"Yang mengelola SPDN itu ada yang dikelola langsung pemerintah ada juga yang swasta" jelas Tahir di Jakarta, senin (19/10).

Untuk membeli Solar, nelayan juga tidak boleh langsung datang ke SPDN. Mereka diharuskan membeli melalui seorang koordinator yang mengkoordinir pembelian Solar ke SPDN. Untuk mendapatkan Solar di SPDN pun tidaklah mudah, pembeli setidaknya mendapat cap terlebih dahulu dan itu mengeluarkan biaya yang bervariatif.

Disisi lain, nelayan Indonesia juga kekurangan kapal untuk melaut. Pengamat kemaritiman, Rizal Damanik menyarankan agar pemerintah membuat kapal untuk nelayan melaut dan melatih anak anak muda yang tinggal di pinggir pantai untuk bisa melaut dengan baik.

"harapannya pemerintah bisa membuat kapal dan latih anak anak muda nelayan Indonesia , tapi sekarang ini tidak ada upaya pemerintah untuk membuat kapal kapal," tutupnya. (mdk/idr)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP