LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Kebijakan Makroprudensial Bantu Pemulihan Ekonomi Nasional

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti mengatakan, selama pandemi Covid-19 berlangsung, kebijakan makroprudensial menunjukkan perannya dalam menjaga stabilitas sistem keuangan dan mendorong pemulihan ekonomi. Perannya makin terlihat ketika kebijakan fiskal dan moneter berjalan beriringan.

2021-05-28 11:47:27
Pemulihan Ekonomi Nasional
Advertisement

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti mengatakan, selama pandemi Covid-19 berlangsung, kebijakan makroprudensial menunjukkan perannya dalam menjaga stabilitas sistem keuangan dan mendorong pemulihan ekonomi. Perannya makin terlihat ketika kebijakan fiskal dan moneter berjalan beriringan.

"Sejak 2020 kebijakan makroprudensial menunjukkan peran penting dalam jaga stabilitas sistem keuangan dan mendorong pemulihan ekonomi," kata Destry dalam Peluncuran Buku Kebijakan Makroprudensial di Indonesia, Jakarta, Jumat (28/5).

Kebijakan makroprudensial umumnya diimplementasikan di berbagai negara. Caranya melalui penggunaan instrumen berbasis kredit bank, likuiditas dan permodalan bank. Tujuannya untuk mendorong keseimbangan di sektor keuangan.

Advertisement

Namun kebijakan makroprudensial punya kelebihan untuk mendorong sektor-sektor tertentu untukk jadi prioritas. Termasuk mendorong inklusi keuangan khususnya UMKM. Terlebih di Indonesia mayoritas unit usaha tergolong UMKM. Hanya saja mereka masih belum terhubung dengan layanan pembiayaan formal.

"Di sisi lain mayoritas penduduk kita belum dapat layanan perbankan optimal," kata dia.

Untuk itu, selama pandemi ini, kebijakan makroprudensial yang akomodatif tetapi mengalami kontraksi dipacu untuk tumbuh. Dia mencontohkan kebijakan LTV rasio dan menurunkan DP bagi kredit perumahan dan otomotif.

Advertisement

"Ini diharapkan mendorong konsusmi masyarakat dan mendorong sektor properti dan otomotif yang kita tau punya RWD dan FWD linkage yang tinggi terhadap sektor-sektor ekonomi lainnya," katutur dia.

Dia menambahkan, rasio intermediasi juga dilakukan dengan mengubah target RIM dari 80 persen sampai 92 persen menjadi 84 persen menjadi 94 persen. Selain itu juga menambah wasel ekspor untuk mendorong kredit perbankan. Bank Indonesia juga mendorong transparansi SBDK untuk mempercepat kebijakan moneter dan meningkatkan pembiayaan ke dunia usaha.

Baca juga:
Menko Airlangga: Butuh Pengawasan Efektif untuk Percepat Pemulihan Ekonomi
Ini Saran BPKP Agar Program Pemerintah Bisa Berjalan Efektif
Airlangga Sebut Pertanian Kontributor Utama dalam Pemulihan Ekonomi
Puan Maharani Tekankan Semangat Gotong Royong Pulihkan Ekonomi dalam APBN 2022
Saran untuk Pemerintah Hadapi Ketidakpastian Ekonomi di 2022
Menteri Sri Mulyani: Program PEN Selamatkan 5 Juta Orang dari Kemiskinan

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.