Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Puan Maharani Tekankan Semangat Gotong Royong Pulihkan Ekonomi dalam APBN 2022

Puan Maharani Tekankan Semangat Gotong Royong Pulihkan Ekonomi dalam APBN 2022 DPR setujui penggabungan Kemenristek ke Kemendikbud. ©Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Puan Maharani, berharap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2022 bisa lebih baik daripada tahun ini. Dalam hal ini termasuk soal dukungan APBN untuk pemulihan ekonomi.

Hal tersebut disampaikan Puan dalam Rapat Paripurna DPR RI terkait pandangan fraksi-fraksi terhadap Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN 2022.

"APBN yang akan datang adalah yang kuat, bergotong royong dalam pemulihan ekonomi terkait dengan memajukan ekonomi. Tidak seperti tahun ini, namun bisa menjadi lebih baik," kata Puan dalam Rapat Paripurna DPR RI pada Selasa (25/5).

Tanggapan pemerintah atas pandangan fraksi dijadwalkan pada Senin 31 Mei 2021. Rapat Paripurna pada hari ini merupakan tanggapan atas KEM PPKF 2022 yang disampaikan Sri Mulyani pada 20 Mei 2021.

"Kita sudah mendengarkan pandangan sembilan fraksi terkait KEM PPKF dari Kementerian Keuangan atau pemerintah. Kita akan bertemu kembali di 31 Mei untuk mendengarkan jawaban dari pemerintah terkait KEM PPKF yang akan datang atau APBN 2022. Semoga yang sudah disampaikan oleh para wakil dari fraksi bisa didengar," ungkap Puan.

Pemerintah Diminta Perbaiki Perencanaan

perbaiki perencanaanRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Sementara itu, perwakilan Fraksi PDIP, Bambang Wuryanto, dalam Rapat Paripurna mengatakan bahwa pihaknya berharap Kemenkeu memperbaiki mekanisme perencanaan dan penyusunan APBN. Hal ini menyusul Menkeu, Sri Mulyani Indrawati, yang sudah dua kali melakukan perubahan hanya dengan selembar surat pada tahun ini.

"Yang dipersoalkan oleh PDIP adalah mekanisme perencanaan dan penyusunan APBN di Kemenkeu ketika terjadi perubahan. Dengan keluarnya dua surat tersebut, ada indikasi kuat, perencanaan di Kemenkeu rasanya perlu perbaikan," ungkap Bambang.

Rapat Paripurna ini dihadiri oleh Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Suharso Monoarfa.

Reporter: Andina Librianty

Sumber: Liputan6

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP