LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Kebiasaan Bukber Tahun Ini Diprediksi Bakal Lebih Irit, Begini Penjelasannya

Selama bulan Ramadan, diyakini akan terjadi peningkatan dalam konsumsi masyarakat.

Selasa, 25 Feb 2025 20:01:00
ramadan
Kata-Kata Bukber Alumni (Image by AI)
Advertisement

Buka puasa bersama (bukber) selama bulan Ramadan dianggap tidak memberikan dampak signifikan terhadap pengeluaran masyarakat. Hal ini disebabkan oleh perubahan pengeluaran yang tidak terlalu mencolok dan cenderung tetap dalam batas wajar.

Ekonom dari Indonesia Strategic and Economic Action Institution (ISEAI), Ronny P Sasmita, mengungkapkan bahwa konsumsi masyarakat biasanya mengalami peningkatan selama bulan Ramadan.

"Biasanya memang momen bulan puasa Lebaran itu mirip dengan momen Natal dan Tahun Baru jadi memang akan ada peningkatan konsumsi secara bulanan ya awal ramadan, bulan puasa dan Lebaran," jelas Ronny kepada Liputan6.com, Selasa (25/2).

Salah satu penyebabnya adalah kenaikan harga pangan yang sering terjadi pada bulan Ramadan. Menurut Ronny, peningkatan konsumsi ini umumnya lebih banyak terjadi pada sektor makanan dan minuman.

Advertisement

Jika kita lihat dari sudut pandang pengeluaran masyarakat, yang terjadi hanyalah pergeseran pos pengeluaran. Pengeluaran untuk makan siang beralih menjadi belanja makanan untuk berbuka puasa.

"Karena ini sifatnya tradisi dan yang dikonsumsi juga sifatnya makanan, kalau buka puasa itu kaya makan pokok aja kan ada siang tidak makan, jadi itu tidak terlalu berpengaruh pada saku dan pendapatan masyarakat," tambahnya.

Advertisement

Ronny juga mengakui bahwa daya beli masyarakat kelas menengah masih mengalami tekanan. Namun, ia memprediksi bahwa selama bulan Ramadan, dampak terhadap ekonomi masih akan tetap terjaga dan dapat memberikan kontribusi positif.

"Meskipun daya beli masyarakat kita kelas menengah terbilang turun, kalau untuk konsumsi bulan ramadan yang bersifat kultural religius itu masih akan berjalan dan masih akan membantu perekonomian," tutupnya.

Keuntungan dari usaha dadakan

Ronny juga mempertimbangkan aspek lain, yaitu potensi pendapatan bagi masyarakat. Ia menyatakan bahwa tingginya proporsi pengeluaran untuk makanan dan minuman di kalangan masyarakat akan memberikan manfaat bagi para pelaku bisnis kuliner, baik yang berskala mikro maupun menengah.

Selain itu, masyarakat juga bisa mempertimbangkan usaha rumahan yang bersifat sementara. Ini terutama relevan bagi mereka yang ingin mendapatkan penghasilan tambahan.

Ronny menambahkan, "Cukup membantu lah terutama untuk UMKM untuk yang bersifat kuliner ya makanan minuman usaha mikro dan termasuk juga usaha rumah tangga dadakan yang cuma melakukan usaha disaat bulan puasa saja."

Dia menekankan bahwa penjualan untuk berbuka puasa akan berpengaruh signifikan, baik terhadap pola konsumsi rumah tangga maupun produksi dari rumah tangga itu sendiri.

Sidang Isbat untuk menentukan awal Ramadan 2025 akan dilaksanakan pada 28 Februari

Pemerintah, melalui Kementerian Agama (Kemenag), akan segera melaksanakan Sidang Isbat untuk menetapkan awal bulan suci Ramadan 1446 Hijriah. Sidang yang menentukan kapan umat Muslim di Indonesia akan memulai ibadah puasa ini dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 28 Februari 2025.

Sidang Isbat tersebut akan dipimpin langsung oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama, Jakarta Pusat. Keputusan mengenai awal Ramadan ini sangat ditunggu-tunggu oleh seluruh umat Muslim di tanah air.

Proses penentuan ini melibatkan berbagai pertimbangan, baik dari aspek hisab (perhitungan astronomi) maupun rukyat (pengamatan hilal). Hasil dari sidang ini nantinya akan menjadi pedoman bagi masyarakat Indonesia dalam menjalankan ibadah puasa Ramadan. Sidang Isbat ini melibatkan berbagai pihak yang memiliki peran penting. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa keputusan yang diambil adalah akurat dan diterima oleh semua lapisan masyarakat.

Partisipasi dari berbagai elemen masyarakat menjadi kunci keberhasilan Sidang Isbat dalam menyatukan pandangan dan memastikan kesamaan pemahaman tentang awal Ramadan.

Dengan melibatkan banyak pihak, diharapkan keputusan yang dihasilkan dapat mencerminkan suara umat dan memberikan kepastian dalam menjalankan ibadah puasa.

"Keputusan mengenai awal Ramadhan ini sangat dinantikan oleh seluruh umat Muslim di Indonesia." Proses ini diharapkan dapat berjalan dengan lancar dan membawa berkah bagi semua umat Muslim.

Kementerian Agama akan menggelar sidang isbat penetapan 1 Ramadan 1444 H di Auditorium HM Rasjidi, Kantor Kemenag Jakarta pada Rabu sore 22 Maret 2023. (AP Photo/ Ahmad Ibrahim) © 2025 Liputan6.com

Proses penentuan awal bulan Ramadan

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Bapak Abu Rokhmad, menjelaskan bahwa Sidang Isbat terdiri dari tiga tahap penting. Tahap pertama adalah penyampaian data posisi hilal yang didasarkan pada perhitungan astronomis yang tepat. Data ini akan disampaikan oleh para ahli falak serta lembaga terkait, termasuk BMKG.

Selanjutnya, tahap kedua adalah verifikasi hasil rukyatul hilal. Tim pemantau akan ditempatkan di berbagai lokasi di Indonesia untuk melakukan pengamatan terhadap hilal. Hasil dari pengamatan ini akan menjadi faktor penting dalam menentukan awal bulan Ramadan. Proses rukyat ini sangat krusial karena merupakan salah satu metode penentuan awal Ramadan yang telah dilakukan secara turun-temurun.

Ketiga, setelah pemaparan data hisab dan hasil rukyat, akan dilakukan musyawarah serta diskusi untuk mencapai kesepakatan bersama. Dalam musyawarah ini, berbagai perwakilan dari organisasi masyarakat Islam, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), ahli falak, perwakilan DPR, dan Mahkamah Agung akan memberikan masukan serta pendapatnya. Proses ini menjamin transparansi dan partisipasi dari berbagai pihak dalam menetapkan awal bulan Ramadan.

Advertisement

Infografis Hilal Ramadhan (Liputan6.com/Deisy Rika)

Berita Terbaru
  • Kemenhub dan KAI Percepat Penertiban Perlintasan Sebidang Demi Keselamatan Perjalanan Kereta Api
  • Garuda Indonesia Kembali Masuk 25 Maskapai Terbaik Dunia 2026, Bukti Konsistensi Layanan
  • Wamenaker Ungkap Hasil Investigasi, Gaji THR Hillcon Belum Terbayar Penuh
  • Indonesia Infrastructure Finance Ambil Bagian dalam Mendukung Kemajuan Pendidikan Nasional
  • Bali Gelar Jatiluwih Fun Run, Awali Rangkaian 100 Tahun Pariwisata Berkelanjutan
  • berita analisis
  • bukber
  • ramadan
Artikel ini ditulis oleh
Editor Yunita Amalia
A
Reporter Arief Rahman Hakim, Agustina Melani
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.