Ke AS, Sri Mulyani dicecar pertanyaan soal polemik Freeport
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan polemik kontrak PT Freeport Indonesia menjadi perhatian investor Amerika Serikat. Pihaknya terus melakukan negosiasi agar Freeport mematuhi peraturan di Indonesia.
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan polemik kontrak PT Freeport Indonesia menjadi perhatian investor Amerika Serikat. Hal ini diungkapkan Menteri Sri Mulyani usai kunjungannya dari Amerika Serikat dalam pertemuan antara pemegang surat utang Indonesia belum lama ini.
"Mereka menanyakan apa yang ingin dicapai Indonesia dengan proses negosiasi ini. Dan bagaimana Indonesia menciptakan lingkungan yang menggambarkan kepastian usaha dan investasi pada saat kita bertujuan untuk menaikan pertumbuhan ekonomi," ujarnya saat ditemui di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Jakarta, Senin (13/3).
Menteri Sri Mulyani melanjutkan bahwa pihaknya terus melakukan negosiasi agar Freeport mematuhi peraturan di Indonesia. "Jadi kita jelaskan saja proses negosiasi diatur UU, ada PP, ada masa transisi yang dilalui dan ada komunikasi antara pemerintah dan Freeport secara formal," tegasnya.
Selain itu, pemegang surat utang Indonesia asal AS juga memberikan apresiasi pada upaya pemerintah menjaga perekonomian Indonesia. Perhatian mereka khususnya pada strategi Indonesia untuk menghadapi kenaikan suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat.
"Sisi makro ekonomi Indonesia dibanding negara emerging lain mereka menganggap Indonesia relatif lebih baik. Mereka senang membeli bond Indonesia yang dianggap stabil dan bernilai baik," pungkasnya.
Baca juga:
Freeport dinilai tidak bakal menang di arbitrase, ini alasannya
Pemprov Papua dukung kebijakan pemerintah soal Freeport
Adian Napitupulu: Freeport bukan sapi tapi lebih mirip kambing
DPR: KPK jangan usut perusahaan iprit-iprit, kejar dong Freeport
BCA siap beri kredit ke perusahaan yang mau ambil saham Freeport