LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Kata BI soal peringkat utang RI naik tapi Rupiah masih tetap melemah

Belum menguatnya nilai tukar Rupiah bukan hanya dipengaruhi oleh sisi internal, tetapi juga eksternal. Salah satunya soal rencana bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Federal Reserve (The Fed) untuk menaikkan suku bunganya sebanyak tiga kali pada tahun ini.

2018-04-18 14:31:20
Rupiah
Advertisement

Kenaikan peringkat (rating) utang atau kredit Indonesia oleh lembaga pemeringkat Moody's Investor Service belum mampu membuat Rupiah kembali menguat. Saat ini, Rupiah masih berada di level 13.770 per USD.

Deputi Gubernur BI, Dody Budi Waluyo mengatakan, belum menguatnya nilai tukar Rupiah bukan hanya dipengaruhi oleh sisi internal, tetapi juga eksternal. Salah satunya soal rencana bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Federal Reserve (The Fed) untuk menaikkan suku bunganya sebanyak tiga kali pada tahun ini.

"Rupiah belum begitu menguat tentunya karena kondisi eksternalnya sendiri masih ada, artinya tetap ekspektasi kenaikan Fed Fund Rate tiga kali juga masih. Pasar terus menghitung itu. Tentunya yang harus dilihat adalah pelemahan berlanjut dari rupiah tertahan," ujar dia di Gedung Mahkamah Agung (MA), Jakarta, Rabu (18/4).

Advertisement

Namun demikian, lanjut dia, kenaikan peringkat dari Moody's merupakan angin segar bagi Indonesia. Dody meyakini hal ini akan membantu membuat Rupiah kembali menguat secara bertahap.
‎
"Dengan kita juga menerima kenaikan rating, kenaikan satu note di investment grade itu membantu nanti secara bertahap Rupiah menguat. Jangan dilihat bahwa langsung segera menguat, tapi Rupiah bisa tertahan stabil di level Rp 13.700 - Rp 13.750 itu suatu prestasi," kata dia.

Sementara terkait kekhawatiran Rupiah akan terus mengalami pelemahan dengan rencana The Fed menaikkan suku bunga, Dody menyatakan BI akan terus melakukan antisipasi agar nilai tukar rupiah tetap terkendali dan stabil sepanjang tahun ini.

"Kita akan terus jaga. Artinya, sepanjang sampai dengan akhir 2018 kita tetap menghitung nilai tukar sebagai salah satu resiko yang harus kita cermati," tandas dia.

Advertisement

Reporter: Septian Deny

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Resmi jadi Deputi Gubernur BI, ini tugas pertama dilakukan Dody Budi Waluyo
Sah, Dodi Budi Waluyo menjabat sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia
Menunggu pelantikan Dodi Budi Waluyo jadi Deputi Gubernur BI
BI minta aturan pembatasan transaksi tunai dikaji hati-hati agar tak ganggu ekonomi
PPATK berniat batasi transaksi uang tunai

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.