Kapan Ahok Resmi Diangkat Jadi Komisaris Utama Pertamina?
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, mengumumkan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sebagai Komisaris Utama Pertamina. Sementara mantan Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Chandra Hamzah sebagai Komisaris Utama Bank Tabungan Negara (BTN).
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, mengumumkan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sebagai Komisaris Utama Pertamina. Sementara mantan Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Chandra Hamzah sebagai Komisaris Utama Bank Tabungan Negara (BTN).
Menurut Menteri Erick, Ahok bisa saja diangkat sebagai Komisaris Utama PT Pertamina hari ini. Pasalnya, Pertamina bukanlah perusahaan terbuka sehingga prosesnya lebih fleksibel.
"Kalau Pertamina kan bukan Tbk jadi bisa segera proses bisa hari ini atau Senin," ujar Menteri Erick Thohir di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (22/11).
Hal ini berbeda dengan Chandra Hamzah dan Pahala N Mansury yang menjabat Direktur Utama BTN. Sebab, BTN merupakan perusahaan Tbk sehingga pengangkatan direksi harus melalui mekanisme Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
"BTN kan rapat umum pemegang sahamnya memang akhir bulan ini (November)," ucap Menteri Erick.
Selain ketiganya, Menteri Erick juga mengumumkan Emma Sri Martini sebagai Direktur Keuangan Pertamina. Mantan Direktur Utama Telkomsel itu mengganti Pahala N Mansury.
Sebagai informasi, Ahok akan didampingi Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin sebagai Wakil Komisaris Utama.
Ditolak Serikat Pekerja
Ahok menilai, penolakannya menjadi petinggi Pertamina sudah biasa. Menurutnya penolakan itu bagian dari kehidupan, dan dia menanggapinya dengan santai.
"Ditolak melulu hidup gue kok. Hidup ini tidak ada yang setuju 100 persen, Tuhan saja ada yang menentang," kata Ahok di Workshop fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota, Semarang, Rabu (20/11).
Dia menyebut penolakan itu tidak masalah, tetapi nantinya jika dapat tugas sebagai petinggi Pertamina siap melaksanakannya.
"Jika ditunjuk ya kita siap menjalankan tugas," ujarnya.
Seperti diketahui, kabar Ahok menjadi petinggi Pertamina mendapat penolakan dari Serikat Pekerja Pertamina yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu dan PA 212.
Reporter: Lizsa Egeham
Sumber: Liputan6
(mdk/bim)