Kantongi izin dari OJK, MNC Sky terbitkan right issue Rp 1,26 T
Emiten bersandi saham MSKY tersebut berencana melakukan penawaran umum terbatas (PUT) I dengan HMETD sebanyak-banyaknya 1,29 miliar lembar saham. Saham baru tersebut memiliki nominal Rp 100 per lembar.
PT MNC Sky Vision Tbk (MSKY) telah mengantongi izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menggelar rights issue dengan target perolehan dana sekitar Rp 1,26 triliun.
Direktur Utama MNC Sky Vision, Hari Susanto mengatakan, pernyataan efektif dari OJK dalam rangka penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) pada Kamis (22/6) lalu.
"Rencana rights issue kita dalam rangka meningkatkan profitabilitas, kita membutuhkan modal kerja yang semakin besar," katanya di Jakarta, akhir pekan lalu.
Emiten bersandi saham MSKY tersebut berencana melakukan penawaran umum terbatas (PUT) I dengan HMETD sebanyak-banyaknya 1,29 miliar lembar saham. Saham baru tersebut memiliki nominal Rp 100 per lembar.
Jika dihitung, harga saham MSKY per 22 Juni 2017 senilai Rp 980 per lembar, maka perolehan dana diproyeksi mencapai Rp 1,26 triliun. Dana hasil penerbitan saham baru tersebut akan digunakan untuk pelunasan pinjaman dan modal kerja.
"Rencana penggunaan dana, sebesar Rp 719 miliar akan digunakan untuk pelunasan utang uang muka setoran modal kepada PT Sky Vision Network. Sisanya untuk modal kerja," kata dia.
Adapun, pemilik merek televisi berlangganan Indovision, Oke Vision, dan Top TV, tersebut, membidik target pertumbuhan pendapatan sebesar 5 persen-10 persen pada tahun ini. Jumlah pelanggan aktif ditargetkan meningkat 150.000 dan bertambah 1,5 juta home pass.
Direktur Global Mediacom, David Fernando Audy menambahkan, rencana privatisasi MNC Sky Vision sebagai anak usaha BMTR belum ada perkembangan baru. Rencana go private yang telah disebutkan sebelumnya belum terealisasi. "Sepertinya agak sulit delisting, terus terang Bursa Efek Indonesia inginnya lebih banyak perusahaan yang melantai di bursa, bukan malah delisting," imbuhnya.
Untuk sementara, kata dia, manajemen masih akan melihat perkembangan ke depan. Manajemen BMTR sebagai induk perusahaan MSKY belum memutuskan untuk melanjutkan atau tidak terhadap rencana privatisasi tersebut.
Sementara, rencana divestasi saham PT Sky Vision Network (SVN) juga belum dapat dipastikan bakal terlaksana tahun ini. David memastikan hingga saat ini pihaknya masih mencari dan menjajaki sejumlah peluang terhadap beberapa perusahaan yang akan menjadi investor strategis.
"Namun sampai saat ini kami belum mendapatkan investor yang confirm untk Sky Vision Network," tutupnya.
Baca juga:
Perusahaan TV milik Hary Tanoe bagi dividen Rp 587 miliar
Gencar bangun proyek, MNC Land siapkan dana Rp 15 triliun
Perusahaan Hary Tanoe terbitkan obligasi & sukuk Rp 1,5 triliun
Dua perusahaan sektor keuangan MNC Group tambah modal Rp 1,1 triliun
Incar pasar anak muda, MNC Bank tawarkan cicilan KPR 30 tahun