Kalahkan AS, Indonesia jadi tuan rumah pertemuan 1.000 konsultan dari 70 negara
Kesempatan bisa menjadi tuan rumah tentu suatu hal yang membanggakan di mana Indonesia dapat mengalahkan calon tuan rumah yang lain, seperti Washington DC, Amerika.
Asosiasi Konsultan Indonesia (Inkindo) menjadi tuan rumah dalam pelaksanaan FIDIC International Infrastructure Conference 2017. FIDIC International Infrastructure Conference 2017 ini diselengarakan pada 1-3 Oktober di Jakarta Convention Center. Tema acara ini bertajuk Infrastructure Resilient-Improving Life.
Ketua Inkindo, Nugroho Pudji Rahardjo mengatakan, sekitar 1.000 konsultan dari 70 negara dunia akan berbagi pengetahuan dalam acara ini.
"Penyelenggaraan ini disaat yang tepat karena Indonesia masuk era konstruksi kemudian akan menambah wawasan tentang judul untuk kesiapan kita semua dalam masuk ke era konstruksi," kata Nugroho saat jumpa pers di Jakarta Convention Center, Jakarta, Minggu (1/10).
Lanjutnya, kesempatan bisa menjadi tuan rumah tentu suatu hal yang membanggakan di mana Indonesia dapat mengalahkan calon tuan rumah yang lain, seperti Washington DC, Amerika.
"Ini sangat langka dan harus di manfaatkan. Karena secara berurutan, Indonesia harus menunggu 104 tahun lagi untuk menjadi tuan rumah konferensi ini," terang dia.
Dia mengatakan, beberapa topik yang akan dibahas di antaranya adalah pengalaman penanganan infrastruktur akibat gempa di Jepang, peningkatan batas ketinggian laut dan dampak terhadap terjadinya banjir di Amerika dan Indonesia.
Selain itu pembahasan lain ialah strategi perencanaan urban dalam kaitannya dengan ketahanan infrastruktur, aspek disain untuk menghindarkan dampak kehancuran yang serius, serta pembahasan topik 'resilience & sustainability' yang berfungsi saling mendukung.
FIDIC International Infrastructure Conference 2107 juga rencananya akan dibuka oleh Menteri Pekerjaan Umum, Basuki Hadimulyono dan Ketua Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Bambang Brodjonegoro ini. Acara ini akan diikuti sekitar 1000 peserta yang terdiri dari para pengambil keputusan, profesional, ahli, dan akademisi dari lebih dari 70 negara dan akan mendiskusikan dan membahas berbagai aspek dan perkembangan mutakhir terkait "resilient infrastructure" (ketahanan infrastruktur).
Baca juga:
Melihat progres pembangunan underpass Kartini
Swasta siap ambil sebagian porsi pembangkit kewajiban PLN di proyek 35.000 MW
Wiranto terkejut pembangunan di Sumatera Selatan begitu pesat
Pembangunan tol Trans Sumatera ruas Sumut terganjal pembebasan lahan
Infrastruktur jadi penghambat daya saing RI, ini tanggapan Menteri Basuki