Pembangunan tol Trans Sumatera ruas Sumut terganjal pembebasan lahan
Merdeka.com - Pemerintah terus mempercepat pengerjaan jalan tol Trans Sumatera sepanjang 2.800 kilometer (Km). Salah satu ruas tol yang sedang dikebut adalah Medan-Binjai dan Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi.
Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Hery Trisaputra Zuna, mengatakan proyek jalan tol di kedua ruas tersebut terkendala pembebasan lahan. Kendala pembebasan tersebut sebagian besar karena pemilik lahan tidak memiliki dokumen administrasi yang lengkap.
"Di Medan ini, ada Medan-Binjai sama Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi. Tetapi ada bagian yang belum selesai karena tanahnya belum siap," ujar Hery di Kantornya, Jakarta, Jumat (29/9).
"Tanah terutama belum bebas dan ya ini ada beberapa macam. Ada kepemilikannya yang punya tanahnya tidak menguasai, tidak mempunyai bukti kepemilikan," tambahnya.
Hery mengatakan pembebasan lahan tersebut tidak dapat diselesaikan pada tahun ini karena anggaran untuk melakukan ganti rugi juga belum memadai. Namun demikian, pembebasan lahan seksi tersebut diprediksi paling lama selesai pada awal 2018.
"2018 lah (pembebasan lahan selesai) jangan sampai kelamaan. Tapi tidak bisa tahun ini karena anggarannya tidak siap. Tapi di lapangan sudah mulai bekerja," jelasnya.
Hery menambahkan, pengerjaan jalan tol khusus di Medan nantinya tidak membutuhkan banyak sentuhan teknologi. Hal tersebut didukung kondisi geologi tanah yang datar.
"Datar kok, itu hutan. Kalau Palindra (Pelembang-Indralaya) karena tanahnya lunak sehingga perlu di vakum jadi ada juga untuk mempercepat penurunan kalau tidak lama dia," tandasnya.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya