Kadin: Sebagian Besar Lahan Ibu Kota Baru Milik Sukanto Tanoto
Kadin Indonesia menyampaikan, lokasi ibu kota baru di Kaltim akan menempati lahan yang sebagian besar menjadi milik seorang miliuner pendiri kelompok perusahaan manufaktur Royal Golden Eagle (RGE), Sukanto Tanoto. Lahan milik Sukanto Tanoto tersebut merupakan kawasan Hutan Tanaman Industri (HTI).
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyampaikan, lokasi ibu kota baru di Kalimantan Timur (Kaltim) akan menempati lahan yang sebagian besar menjadi milik seorang miliuner pendiri kelompok perusahaan manufaktur Royal Golden Eagle (RGE), Sukanto Tanoto. Lahan milik Sukanto Tanoto tersebut merupakan kawasan Hutan Tanaman Industri (HTI) yang kepemilikannya bisa diambil oleh pemerintah.
"Saya baru dikasih tahu resmi bahwa tanah itu sebagian besar tanah HTI miliknya Sukanto Tanoto, HTI yang setiap saat bisa diambil oleh pemerintah," ungkap Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Indonesia, Mohamad Suleman Hidayat, di Jakarta, Rabu (18/9).
Dengan begitu, dia menambahkan, Sukanto bisa memberikan tanah miliknya setiap saat dibutuhkan pemerintah. "Jadi tidak ada masalah dengan tanah," sambungnya.
Namun begitu, dia mengimbau kepada pemerintah untuk bisa segera mengunci harga tanah di kawasan tersebut. Sebab, lahan itu rawan diambil-alih oleh pihak spekulan tanah.
"Kan ada spekulan di sana. Harga disepakati pemerintah, dan kalau gitu kita setuju pemerintah punya landbank, tanah-tanah dikuasai pemerintah sesuai dengan perizinan harga tetapkan sama. Kalau itu diserahkan ke spekulan jadi tidak visible," imbuhnya.
Lebih lanjut, mantan Menteri Perindustrian (Menperin) tersebut meyakini rencana pemindahan ibu kota bisa saja diterapkan pada 2024. Dengan syarat, pemerintah harus segera menyelesaikan masterplan ibu kota sehingga pembangunan infrastruktur bisa dicicil sejak 2020.
"Kalau gitu tahun depan berarti pemerintah bisa bangun infrastruktur utama (ibu kota baru), seperti jalan-jalan, listrik, telekomunikasi, dan sebagainya. Kalau masterplan sudah siap, maka juga harus mulai dibangun gedung-gedung pemerintah yang diperlukan. Itu (sumber dananya) bisa melalui APBN dulu," tandasnya.
Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Bos Bappenas: Pemindahan Ibu Kota Tingkatkan Kesempatan Kerja 10,5 Persen
Pemerintah Bangun Rumah Susun PNS di Ibu Kota Baru
Pansus Pemindahan Ibu Kota Bakal Panggil Anies Baswedan dan Isran Noor
Pansus DPR Jelaskan 3 Fokus Kajian Pemindahan Ibu Kota
Aset Negara Rp550 T di Jakarta Bisa Mulai Dikelola Swasta Paling Cepat 2020
VIDEO: Pemerintah Pastikan Tak Ada Titik Panas di Lokasi Ibu Kota Baru
Benahi Masalah Jakarta Habiskan Dana Rp571 Triliun