LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Kadin: Ketahanan Ekonomi Nasional Kita Rapuh

Ketua Lembaga Pengkajian, Penelitian dan Pengembangan Ekonomi (LP3E) Kadin Indonesia, Didik Rachbini mengakui bahwa ketahanan ekonomi nasional saat ini tengah dalam keadaan rapuh. Hal ini ditandai dari beberapa indikator yang belum menunjukkan signifikan.

2019-08-07 18:15:48
KADIN
Advertisement

Ketua Lembaga Pengkajian, Penelitian dan Pengembangan Ekonomi (LP3E) Kadin Indonesia, Didik Rachbini mengakui bahwa ketahanan ekonomi nasional saat ini tengah dalam keadaan rapuh. Hal ini ditandai dari beberapa indikator yang belum menunjukkan signifikan.

Misalnya saja, transaksi berjalan RI saat ini dipandangnya masih di bawah. Di mana defisit neraca transaksi berjalan pada kuartal-I 2019 tercatat sebesar USD 7 miliar dollar atau 2,6 persen dari produk domestik bruto (PDB). Dengan, posisi CAD yang defisit secara otomatis berdampak pada nilai tukar Rupiah.

"Ketahanan kita itu rapuh. Transaksi berjalan, selama di sini (bawah) jangan harap kita Rupiah baik," katanya saat ditemui di Menara Kadin, Jakarta, Rabu (7/8).

Advertisement

Didik mengatakan rendahnya neraca berjalan tersebut juga dikarenakan transaksi ekspor dan impor tidak seimbang. Di tambah lagi, transaksi jasa yang ada di Indonesia belum cukup menunjukkan peranan yang optimal.

"Kita tidak belajar, padahal zaman Pak Harto itu tidak ada (seperti ini) (transaksi) jasa besar tapi itu dikompensasi oleh barang eskpor dan jasa," katanya.

Kondisi ini kemudian berbalik, di mana untuk mengejar transaksi jasa pemerintah baru mulai gencar dengan menggandeng beberapa start up seperti Traveloka. Dengan dilibatkannya Traveloka pemerintah berharap dapat mendongkrak sektor jasa di bidang pariwisata.

Advertisement

"Tapi pemerintah sudah telat antisipasi. Misal Traveloka, diberi tugas masukkan neraca jasa, sekarang (kita) mati-matian di pariwisata," pungkasnya.

Baca juga:
Indef: Momentum Lebaran Tak Mampu Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi
Pertumbuhan Melambat, Bahana Nilai Perbankan Hingga Infrastruktur Masih Menjanjikan
Listrik Padam Berpotensi Memperparah Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III
Menteri Sri Mulyani Yakin Investasi Lebih Bertenaga di Kuartal III
Presiden Jokowi Ingin Peran Swasta Dorong Pertumbuhan Ekonomi Digenjot pada 2020

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.