LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Kadin: Daya Tahan Masyarakat dan Industri Sudah Hampir Habis

Menurutnya, kasus baru Covid-19 di masa PPKM darurat ini justru mengalami kenaikan yang tajam. Bahkan, jika dibandingkan sebelum PPKM penambahan kasus baru mencapai 21-25 ribu per hari, maka di masa PPKM Darurat ini justru naik sekitar 40 ribu per hari.

2021-07-13 22:00:00
KADIN
Advertisement

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur, Adik Dwi Putranto menyebut daya tahan industri dan masyarakat saat ini sudah hampir habis. Apalagi ditambah adanya wacana perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang diperkirakan dapat memukul ekonomi nasional dan Jawa Timur.

"Ini sangat berat bagi pengusaha dan bagi masyarakat pada umumnya. Karena daya tahan industri dan masyarakat saat ini sudah hampir habis," ujarnya, Selasa (13/7).

Menurutnya, kasus baru Covid-19 di masa PPKM darurat ini justru mengalami kenaikan yang tajam. Bahkan, jika dibandingkan sebelum PPKM penambahan kasus baru mencapai 21-25 ribu per hari, maka di masa PPKM Darurat ini justru naik sekitar 40 ribu per hari.

Advertisement

"Ini artinya PPKM darurat selama seminggu tidak efektif, karena peningkatan justru kian tajam. Inilah yang kemudian memunculkan adanya wacana perpanjangan PPKM. Namun jika perpanjangan PPKM itu dalam kurun 4 minggu hingga 6 minggu, itu terlalu lama," katanya.

Menurut Adik, perpanjangan PPKM darurat paling lama selama dua minggu, karena daya tahan hidup masyarakat sudah hampir habis, sementara bantuan masih belum ada sama sekali.

"Stimulus untuk meningkatkan daya beli seperti bantuan tunai juga belum ada. Sementara kondisi industri dan masyarakat mulai kelelahan selama PPKM farurat yang diberlakukan sejak tanggal 3-20 Juli 2021," katanya.

Advertisement

Dia mengatakan, banyak kesulitan yang dirasakan pengusaha dan masyarakat saat PPKM darurat, salah satunya adanya penutupan akses masuk ke satu daerah yang berpengaruh pada suplai dan distribusi.

"Juga kewajiban adanya surat tes Swab antigen yang hanya berlaku 1x24 jam atau tes PCR yang berlaku 2x24 jam akan menimbulkan biaya tinggi. Jika PPKM darurat ini benar-benar diperpanjang selama 6 minggu dan tidak diimbangi dengan stimulus yang cepat digelontorkan, saya khawatir akan terjadi chaos," kata Adik.

Sektor Paling Terdampak

Dia menyebut, selama PPKM darurat, sektor yang paling terdampak adalah UMKM, kemudian hotel, restoran dan pariwisata.

"Walaupun ada beberapa hotel yang dijadikan tempat isolasi mandiri atau isoman, upaya ini tidak bisa mendongkrak, karena angkanya sangat kecil. Ini berat, sangat berat. Terlebih untuk UMKM yang penghasilannya dalam satu hari untuk makan setiap harinya," tuturnya.

Untuk itu, dia menyebut yang harus dilakukan adalah percepatan stimulus, dan percepatan belanja pemerintah untuk produk UMKM dan juga sektor konstruksi.

"Kalau memang masih ada proyek yang bisa dikerjakan, harus segera dijalankan," katanya.

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.