Kabar terbaru, Merpati Airlines dilirik 2 investor
Dua calon kandidat investor yang terus menawarkan diri tersebut merupakan mitra strategis yang potensial serta serius ingin memiliki Merpati. Bahkan, salah satu kandidat tersebut secara rutin menanyakan progres Merpati setiap tiga bulan sekali, sebaliknya calon lainnya setiap enam bulan.
GM Business Advisory & Asset Management PT Perusahaan Pengelola Aset atau PPA (Persero), Ardian Pratama membeberkan nasib terkini PT Merpati Nusantara Airlines (MNA). Perusahaan BUMN yang masuk program Restrukturisasi dan Revitalisasi di PPA tersebut diminati dua investor untuk diakuisisi.
"Sampai hari ini, ada dua investor yang kontak secara periodik ke kita menanyakan kapan program divestasi dimulai," kata Ardian dalam acara paparan kinerja PPA di Malang, Jawa Timur, Kamis (16/11).
Menurut Ardian, dua calon kandidat investor yang terus menawarkan diri tersebut merupakan mitra strategis yang potensial serta serius ingin memiliki Merpati. Bahkan, salah satu kandidat tersebut secara rutin menanyakan progres Merpati setiap tiga bulan sekali, sebaliknya calon lainnya setiap enam bulan.
"Mereka adalah investor yang potensial dan kami tinggal menunggu arahan dari Kementerian BUMN," ujarnya.
Ardian mengatakan, saat ini Merpati masuk dalam program Revitalisasi dan Restrukturisasi PPA. Suntikan dana untuk BUMN aviasi perintis tersebut sampai akhir September 2017 mencapai Rp 604,2 miliar.
GM Corporate Secretary & Legal Counsel PPA, Edi Winanto mengatakan ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi lambatnya proses divestasi Merpati. Salah satunya adalah harus meminta persetujuan DPR RI.
"Karena Merpati adalah perusahaan negara, sehingga perlu meminta persetujuan DPR."
Baca juga:
BUMN: Hak karyawan Merpati sudah dibayarkan tapi tidak 100 persen
Menteri Rini target hanya satu BUMN rugi di 2017
Garuda gandeng Merpati garap pasar perawatan pesawat Indonesia Timur
24 BUMN alami kerugian di Semester I-2017
Sekelumit kisah miris Merpati hingga ditargetkan terbang tahun depan