LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Jumlah Pergerakan Angkutan Umum di Jabodetabek Capai 88 Juta per Hari

Advicer Indonesia Intelligent Transportasi System (IITS) Elly Sinaga menyebutkan, populasi masyarakat di Jabodetabek yang besar menjadi salah satu potensi pengembangan angkutan umum. Hal ini terbukti dari jumlah perjalanan dengan angkutan umum yang mencapai 88 juta per hari.

2020-08-12 12:45:42
Transportasi umum
Advertisement

Advicer Indonesia Intelligent Transportasi System (IITS) Elly Sinaga menyebutkan, populasi masyarakat di Jabodetabek yang besar menjadi salah satu potensi pengembangan angkutan umum. Hal ini terbukti dari jumlah perjalanan dengan angkutan umum yang mencapai 88 juta per hari.

"Populasi yang besar ini salah satu potensi mengembangkan angkutan umum dan dia punya trip rate cukup tinggi. Saya dengar terakhir trip rate di Jabodetabek sudah 88 juta, dengan populasi 31 juta (jiwa), ini berarti kira-kira 1 orang trip ratenya 2,8, ini tinggi sekali," ujar Elly dalam webinar Pengembangan Angkutan Umum Perkotaan, Rabu (12/8).

Lantas, bagaimana seharusnya angkutan umum di Jabodetabek dikembangkan untuk memenuhi permintaan ini? Dia menjelaskan, sebenarnya Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) sudah memiliki Rencana Induk Transportasi Jabodetabek (RITJ) yang termaktub dalam Peraturan Presiden Nomor 55 tahun 2018, sehingga pengelolaan angkutan umumnya dapat lebih terarah.

Advertisement

Terdapat Key Performance Index (KPI) yang dapat dijadikan pedoman. Misalnya, coverage area (wilayah yang ter-cover angkutan umum) harus 80 persen. Lalu, maksimal interchange (pergantian/transit komuter dari satu moda ke moda lain) maksimal hanya 3 kali.

"Lalu dalam 20 tahun ke depan setelah tahun 2018, modal share angkutan umum harus mencapai minimal 60 persen," lanjut Elly.

Kemudian, KPI lainnya ialah waktu perjalanan maksimal 90 menit, kemudian akses dari dan ke moda angkutan umum berjarak maksimal 500 meter serta perlu disediakannya feeder penghubung. Maka, untuk menjalankan semua itu, dibutuhkan kerjasama antara regulator, operator dan pengguna jasa dengan kunci utama yaitu integrasi.

Advertisement

Dalam pengembangan transportasi umum di Jabodetabek, terdapat 5 aspek integrasi, yaitu integrasi jaringan, integrasi simpul, integrasi layanan, integrasi informasi dan integrasi tarif. "Ini kalau kita kerjakan yang 5 ini saja, insya Allah, sudah oke (pengembangan transportasi umum di Jabodetabek)," tutupnya.

Reporter: Athika Rahma

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Pemerintah Target Bangun 10.524 Km Jalur Kereta Hingga 2030
Alasan Menko Mahfud Lebih Suka Bepergian Saat ini Dengan Kereta
PT KAI Berencana Bangun Kereta Tanpa Rel di Bali
Pakai Motor Bekas Perang, Ini 5 Fakta Menarik Becak Siantar yang Melegenda
Petugas Transportasi Umum Bisa Tolak Penumpang yang Tak Gunakan Masker
Juni 2020, Jumlah Penumpang Angkutan Laut Naik 134 Persen

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.