Jumlah penumpang capai 315,8 juta, subsidi KRL Rp 1,2 triliun tak cukup
Direktur Utama PT KCI Muhammad Nurul Fadhila mengatakan public service obligation (PSO) untuk KRL Jabodetabek pada tahun 2017 sebesar Rp 1,2 triliun masih kurang, sebab Rp 1,2 triliun hanya cukup untuk 295 juta penumpang.
Direktur Utama PT KCI Muhammad Nurul Fadhila mengatakan Kementerian Perhubungan memberikan public service obligation (PSO) untuk KRL Jabodetabek pada tahun 2017 sebesar Rp 1,2 triliun. Saat ini dana tersebut sudah terserap habis oleh program KCI.
"PSO tahun 2017 program Rp 1,2 trilun itu terserap habis," kata Fadhila di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (4/1).
Dia menjelaskan, dana yang diberikan tersebut masih kurang, mengingat Rp 1,2 triliun hanya cukup untuk 295 juta penumpang. Sedangkan realisasi penumpang KRL di tahun 2017 mencapai 315,8 juta penumpang, atau mencapai 108 persen dari target.
"Kemarin itu Rp 1,2 triliun hanya cukup untuk 295 juta penumpang," ucapnya.
Saat ini KCI masih menghitung jumlah kekurangan dari PSO tersebut. Tambahnya, KCI akan mengupdate serapan PSO dan jumlah penumpang per triwulan.
"Di dalan penyelenggaraan PSO itu ada mekanisme verifikasi data per triwulan sehingga nanti alokasi proyeksi dana APBN pada tahun itu terproyeksi per triwulannya. Kalau data sekarang yang saya liat ini kurang tapi berapa bener kurangnya nanti akan terlihat di 3 bulan ini," tandasnya.
Baca juga:
Soal penataan Tanah Abang, Anies diminta bangun jembatan penghubung stasiun dan pasar
BPTJ tiru Jepang benahi akses pejalan kaki di Tanah Abang
Perketat keamanan, masuk area parkir Stasiun Sudirman Baru pakai pemindai sidik jari
Tak laik jalan, bus wisatawan asal Thailand dikandangkan
Proyek LRT dapat pinjaman sindikasi Rp 19,25 T, terbesar sepanjang sejarah KAI