BPTJ tiru Jepang benahi akses pejalan kaki di Tanah Abang
Merdeka.com - Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihantono mengatakan proyek pelebaran trotoar di Shijo Street, Kyoto akan menjadi acuan dalam pembenahan akses pejalan kaki di Tanah Abang yang semakin dibutuhkan karena pergerakannya semakin besar.
"Di Kyoto ini permasalahan hampir sama di mana pergerakan orang, pejalan kaki lebih banyak daripada pergerakan kendaraan," kata Bambang seperti dikutip Antara, Kamis (4/2).
Bambang memaparkan rasio antara penggunaan ruas jalan dan trotoar di Shijo Street sebelum perbaikan tidak seimbang. Di mana penggunaan jalan sekitar 2.200 orang pengguna kendaraan dengan lebar 15 meter, sementara penggunaan trotoar, yaitu 7.000 orang berjalan kaki pada trotoar dengan lebar tujuh meter.
Namun, setelah perbaikan, maka kondisi trotoar dibandingkan 2014, yaitu jumlah pejalan kaki pada November 2015 meningkat 6,4 persen dan jumlah pejalan kaki pada Desember 2015 meningkat 12,5 persen.
Ada pun, kondisi ruas jalan dibandingkan dengan 2006, yaitu pengurangan volume lalu lintas di Shijo Street dan ruas jalan mayor sekitarnya sekitar sembilan sampai 41 persen dan pengurangan volume lalu lintas di Shijo Street dan ruas jalan minor sekitarnya sekitar 10-45 persen.
"Jadi untuk pejalan kaki ditata ulang, lebih besar untuk pejalan kaki. Tidak hanya itu, lalu lintas bergerak sangat cepat sekali. Kalau kita mengatur dengan baik, maka 60 persen kemacetan akan terurai," imbuhnya.
Bambang menilai, sudah saatnya lalu lintas Tanah Abang ditata karena pertemuan antara penumpang kereta rel listrik, penumpang angkutan umum seperti mikrolet dan sebagainya.
Dari hasil pengamatan jam sibuk, pukul 06.45-07.00, yaitu terdapat 2.289 penumpang dan per jam 7.846 penumpang. "Pergerakannya sangat signifikan,dan yang paling banyak penumpang itu mengarah ke Roxy dan Thamrin. Ini harus segera ditata," pungkas Bambang.
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya