LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Jual armada dan PHK karyawan, Express kalah pamor dari taksi online

PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI) berencana menjual aset dan PHK karyawan. Penyebabnya, menurunnya kinerja operasional yang ditandai dengan penurunan pendapatan. Tercatat, pada Juni 2017, Express hanya berhasil membukukan pendapatan Rp 158,73 miliar.

2017-10-04 20:23:19
bursa saham
Advertisement

PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI) berencana menjual aset dan PHK karyawan. Penyebabnya, menurunnya kinerja operasional yang ditandai dengan penurunan pendapatan.

Tercatat, pada Juni 2017, Express hanya berhasil membukukan pendapatan Rp 158,73 miliar. Angka ini turun 58 persen dari periode yang sama di 2016 sebesar Rp 374,06 miliar.

Penurunan pendapatan ini disebabkan rendahnya tingkat utilitas alias tingkat perolehan penumpang. Selain itu, hadirnya taksi online yang membuat para penumpang beralih ke transportasi tersebut.

"Tingkat utilitas armada taksi mengalami penurunan karena adanya peralihan ke jasa transportasi berbasis aplikasi," kata manajemen TAXI dalam suratnya ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (4/10).

Perusahaan juga berencana menjual 136 unit armada taksi dan 1 unit bus. Dengan realisasi dana yang didapat oleh Perseroan dari penjualan armada tersebut sekitar Rp 2,5 miliar dan sisanya sebesar Rp 3,5 miliar akan direalisasikan di periode berikutnya.

Nantinya, hasil penjualan tersebut sebagian besar akan digunakan untuk mengurangi kewajiban jangka panjang, dan juga untuk menunjang kegiatan usaha dan operasional.

Advertisement

Baca juga:
Juni 2017, Taksi Express jual armada dan PHK 250 karyawan
Menhub pastikan kunjungan Jokowi ke Stasiun Rangkas Bitung tak ganggu jadwal kereta
Proyek MRT Lebak Bulus-Bundaran HI capai 80 persen
41 Persen konsumen kecewa dengan pelayanan transportasi online
Asosiasi minta tarif transportasi online disetarakan dengan angkutan umum
Selama Agustus 2017, 27,7 juta orang naik kereta api Jabodetabek

(mdk/sau)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.