LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Jonan target 100 bandara bisa didarati pesawat mesin jet di 2019

Saat ini hanya 60 bandara di bawah kelola PT Angkasa Pura I dan II yang bisa didarati pesawat bermesin jet.

2015-11-17 21:07:02
Ignasius Jonan
Advertisement

Kementerian Perhubungan menargetkan akan menambah 100 bandara yang bisa didarati pesawat bermesin jet hingga 2019 mendatang. Hal ini perlu dilakukan agar bisa menambah kapasitas angkut penumpang yang semakin meningkat tiap tahunnya.

Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, mengatakan saat ini hanya 60 bandara di bawah kelola PT Angkasa Pura I dan II yang bisa didarati pesawat bermesin jet.

"Targetnya sampai akhir 2019 minimal ada 100 bandara yang bisa didarati oleh pesawat Boeing 737-800, 900 atau Airbus A320 atau sejenisnya," ucap Jonan seperti dilansir Antara, Selasa (17/11).

Advertisement

Selain itu, Jonan mengatakan pihaknya juga akan menambah 50 bandara yang bisa didarati oleh pesawat Hercules C130 atau ATR-27 untuk pesawat komersil. "Jadi total nanti 2019 ada 150 bandara yang 'runway' (landasan ancang)-nya diperpanjang," ujarnya.

Menurut Jonan, hal itu merupakan salah satu upaya pemerintah untuk memperbaiki infrastruktur transportasi seiring dengan pertumbuhan penduduk yang bertarti juga pertambahan penumpang.

"Kita akan berusaha konektivitas masyarakat bisa berkembang dan terjangkau. Kalau 'runway' tidak diperpanjang atau diperbaiki kapasitasnya 'economic scale' tidak bisa efisien," tuturnya.

Advertisement

Perbaikan infrastruktur juga untuk mengurangi biaya masyarakat karena apabila penumpang yang terangkut banyak, tarifnya semakin murah. "Saya kasih contoh bandara atau 'air strip' runwaynya hanya 1.100 atau 1.200 meter yang hanya bisa didarati pesawat kecil, 'kan hanya bisa dinaiki oleh 20 penumpang, otomatis harganya mahal," imbuhnya.

Sementara itu, apabila kapasitas landasan pacu meningkat, bisa didarati oleh pesawat bermesin jet yang menampung 120 penumpang, maka tarifnya bisa lebih murah.

"Pilot kurang lebih penghasilannya sama, biaya operasi harus rendah, satu-satunya cara 'runway' diperpanjang," tutupnya.

Baca juga:
Lokasi tak laik, Kemenhub tolak pembangunan bandara milik Lion Air
Disomasi pemilik Lion Air, Menhub Jonan minta maaf
Angkasa Pura II kemungkinan tidak kelola Bandara Kertajati
Pemerintah bentuk tim pantau layanan bandara dan pelabuhan
Pembangunan bandara internasional Jabar terhambat pembebasan lahan

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.