Jonan: Tak masalah Pertamina rugi Rp 800 M terapkan BBM satu harga
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, membantah adanya isu bahwa pemerintah berencana memberikan subsidi kepada Pertamina dalam pendistribusian BBM. Menurutnya, meski Pertamina mengalami kerugian, namun hal tersebut dinilai masih sangat kecil dibanding pendapatan perseroan.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, membantah adanya isu bahwa pemerintah berencana memberikan subsidi kepada Pertamina dalam pendistribusian BBM. Menurutnya, meski Pertamina mengalami kerugian, namun hal tersebut dinilai masih sangat kecil dibanding pendapatan perseroan.
"Ya tidak masalah (biaya logistik) mahal. Kan secara keseluruhan bisnis Pertamina tidak rugi. Lah keuntungannya Rp 40 triliun, kerugiannya cuman Rp 800 miliar atau 2 persen saja," ujarnya di Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Kamis (27/10).
Selain itu, dia juga membantah jika kebijakan Bahan Bakar Minyak (BBM) satu harga untuk mencegah adanya penyelundupan. Jonan menegaskan, kebijakan tersebut murni untuk keadilan sosial bagi masyarakat Indonesia agar bisa menerima BBM dengan harga yang layak.
"Ini lucu ya (isu penyelundupan). Harga BBM merata tujuannya untuk keadilan sosial," imbuhnya.
"Jadi saya tegaskan isu-isu seperti itu tidak benar. Arahan pak Jokowi intinya keadilan untuk seluruh masyarakat," tandasnya.
Baca juga:
Jonan: Tidak ada proyek 35.000 MW sejak 40 tahun lalu
Ini program prioritas Jonan jadi Menteri ESDM
MenESDM Jonan bentuk tim khusus genjot kemudahan berbisnis RI
Ignasius Jonan lantik 4 pejabat tinggi Kementerian ESDM
Menteri Jonan: Satu harga BBM dari Aceh sampai Papua berlaku 2017
Ini pesan khusus Jokowi untuk Menteri ESDM Ignasius Jonan
Cari solusi harga BBM merata, Jonan salah sebut ESDM jadi Kemenhub