Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Cari solusi harga BBM merata, Jonan salah sebut ESDM jadi Kemenhub

Cari solusi harga BBM merata, Jonan salah sebut ESDM jadi Kemenhub Ignasius Jonan tiba di Istana. ©2016 Merdeka.com/titin

Merdeka.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan berencana membuat kebijakan subsidi silang untuk semua penjual BBM di Tanah Air, termasuk swasta. Kebijakan ini dinilai perlu untuk mendukung keinginan Presiden Joko Widodo dalam menerapkan Bahan Bakar Minyak (BBM) satu harga di seluruh wilayah Indonesia.

Subsidi silang merupakan kebijakan dalam perusahaan yang menawarkan subsidi internal untuk produk atau departemen tertentu yang ada dalam perusahaan yang dibiayai dengan keuntungan yang diperoleh dari produk atau departemen lain. Beleid ini sendiri rencananya akan diterapkan kepada PT Pertamina (Persero).

Jonan mengatakan, pihaknya tidak ingin subsidi silang hanya berlaku kepada perusahaan plat merah. Nantinya, perusahaan swasta juga diwajibkan menerima kebijakan tersebut. Satu hal unik terjadi saat Jonan melontarkan rencana kebijakan ini, Jonan salah sebut Kementerian ESDM jadi Kementerian Perhubungan.

"Kebijakannya harus semua badan usaha penyalur ritel harus mau terima ini subsidi silang dan sebagainya, jadi prinsip Kementerian Perhubungan eh maaf kementerian ESDM sangat mendukung," ujarnya di komplek DPR, Jakarta, Kamis (20/10).

Mantan Direktur Utama PT KAI ini mengaku bersyukur jika presiden mau menerapkan kebijakan BBM satu harga. Sebab, dengan begitu semua masyarakat di Indonesia dapat menikmati keadilan tanpa adanya kecemburuan lagi. "Ini kita harus bersyukur bahwa presiden menetapkan harga BBM yang sama," ucapnya.

Dikatakan Jonan, rencana ini diharapkan akan segera terealisasi tahun depan. Pihaknya saat ini masih akan melakukan kajian kembali.‎ "Tahun depan (diterapkan," tutupnya.

Sebelumnya, Direktur Utama Pertamina, Dwi sutjipto menyebut jika kebijakan BBM satu harga akan membuat perseroan menderita kerugian sebesar Rp 800 miliar. Solusinya, adalah dengan melakukan subsidi silang, di mana keuntungan Pertamina di wilayah barat akan di alokasikan sebagian ke wilayah Indonesia Timur.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP