Jokowi tambah utang Rp 60,9 triliun dari Bank Dunia dan ADB
Pinjaman multilateral ini akan digunakan untuk menutup defisit anggaran yang semakin melebar.
Pemerintah Indonesia menambah utang dengan meminjam USD 4,2 miliar atau setara dengan Rp 60,9 triliun dari Bank Dunia dan Asian Development Bank (ADB). Pinjaman multilateral ini akan digunakan untuk menutup defisit anggaran yang semakin melebar.
"Kami memilih sumber dari asing karena pasar masih fluktuatif dan pertumbuhan Indonesia sedang melambat," ucap pejabat Kementerian Keuangan, Scenaider Siahaan seperti dilansir reuters, Selasa (22/9).
Menurut Siahaan, utang ini akan menambah cadangan devisa Indonesia yang telah turun jadi USD 103 miliar pada minggu ini.
Selain itu, pemerintahan Jokowi-JK juga akan mengeluarkan obligasi senilai Rp 500 triliun pada 2016 mendatang. Sebanyak 30 persen dana ini akan diambil dari asing.
Baca juga:
Juli 2015, utang luar negeri Indonesia tembus Rp 4.336 triliun
Menko Rizal Ramli: Demi utang, pemerintah jual kedaulatan Indonesia
FITRA tuding Bank Mandiri, BNI, BRI terancam dikuasai China
Kekuatan dana asing kuasai pasar saham dan surat utang Indonesia
Dorong pemerataan ekonomi, menkeu sebut pemerintah masih butuh utang