Jokowi sebut kepemilikan waralaba tandai kemajuan suatu kota
Jokowi sebut kepemilikan waralaba tandai kemajuan suatu kota. Sebab, pelayanan pemerintahan yang baik membuat investasi waralaba bisa masuk ke dalamnya. Saat ini, gerai waralaba menjadi salah satu pusat berkumpul anak muda. Maka tanpa kepemilikan waralaba berakibat menimbulkan citra negatif pada kota tersebut.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan kepemilikan waralaba menjadi pertanda kemajuan suatu kota. Sebab, pelayanan pemerintahan yang baik membuat investasi waralaba bisa masuk ke dalamnya.
"Zaman sekarang hadir tidaknya suatu waralaba atau franchise dalam suatu kota sudah menjadi lambang tingkat kemajuan kota itu," kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan dalam pembukaan pameran Waralaba dan UKM Indonesia dalam rangka World Franchise Summit Indonesia (WFSI) 2016 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Jumat (25/11).
Saat ini, gerai waralaba menjadi salah satu pusat berkumpul anak muda. Maka tanpa kepemilikan waralaba berakibat menimbulkan citra negatif pada kota tersebut.
"Untuk generasi modern, begitu jalan-jalan di sebuah kota langsung yang dicek, ada Starbucksnya tidak. Kalau ada Starbucksnya, citra sebuah kota langsung sepertinya berkelas internasional meskipun tidak selalu seperti itu," ujar dia.
Waralaba, lanjut Presiden Jokowi, juga dapat menyerap tenaga kerja. Imbasnya lapangan pekerjaan di Indonesia semakin bertambah dan mampu menekan angka pengangguran.
"70 sampai 80 persen dari total lapangan kerja di Indonesia ada di usaha mikro kecil dan menengah," terangnya.
Baca juga:
Jokowi: Konsep waralaba bawa bisnis lokal ke kelas internasional
Total omzet waralaba RI capai Rp 172 T dan serap 90.000 tenaga kerja
Presiden Jokowi klaim potensi pertumbuhan industri waralaba tinggi
Triwulan III-2016, laba BNI Syariah tumbuh 37, 42 persen
Hooters yang pelayannya seksi banget mau buka cabang di Jakarta
Toko roti BreadTalk tak higienis & 3 tahun menunggak pajak
Anti toko modern ilegal desak DPRD Kota Malang gelar hak angket