Jokowi Minta Menteri Data Perusahaan yang Mau Masuk RI tapi Belum Terealisasi
Jokowi mencontohkan, perusahaan petrokimia yang masih memiliki masalah lahan dengan Pertamina. Padahal menurut dia, investasi yang didapat cukup besar.
Presiden Joko Widodo membuka rapat terbatas terkait antisipasi perkembangan perekonomian dunia. Rapat tersebut dihadiri menteri kabinet kerja. Mantan Gubernur DKI Jakarta meminta agar para menteri mendata perusahaan yang sudah masuk tapi belum terealisasi.
"Saya minta semua kementerian yang berkaitan dengan investasi. Kan semua ada, tidak hanya di BKPM saja, pertanian ada, industri ada, BUMN ada, kementerian yang lain, saya minta perusahaan-perusahaan yang sudah masuk, sudah buka pintu ke kita, tapi belum realisasi, tolong dalam seminggu ini juga tolong diinvetarisir," kata Jokowi saat membuka ratas di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (4/9).
Dia mencontohkan, perusahaan petrokimia yang masih memiliki masalah lahan dengan Pertamina. Padahal menurut dia, investasi yang didapat cukup besar.
"Misalnya kayak kemarin Petrochemical yang dari Taiwan ada problem masalah tanah dengan Pertamina. Padahal investasinya gede banget. Misalnya Aramco gak mau masuk masuk karena apa dari Saudi. Semuanya akan kita cek satu per satu listnya. Sehingga betul betul mereka merasa dilayani," ungkap Jokowi.
Sebab itu dia menekankan agar para menteri memberikan pelayanan yang baik kepada para investor. Sehingga membuat solusi dan jalan keluar.
"Dampingi mereka sampai terealisasi, kita ini jangan kayak pejabat minta dilayani. Kita melayani. Saya rasa itu sebagai pengantar yang bisa saya sampaikan," ungkap Jokowi.
Baca juga:
Nissan Belum Ada Rencana Bangun Pabrik Mobil Listrik di RI
Bos Krakatau Steel Minta Pelaku Industri Lokal Waspada Permainan Asing
Dalam Waktu Dekat, RI-Jepang Bakal Teken MoU Proyek Sedang Jakarta-Surabaya
Menko Luhut: China Tertarik Investasi di Ibu Kota Baru, tapi Kita Tak Butuh
Tanggapan Menhub Budi Soal China Tertarik Garap Kereta Sedang Jakarta-Surabaya
Tak Hanya China, Semua Negara Boleh Investasi Bangun Ibu Kota Baru