Jokowi minta Freeport lepas saham di Indonesia
Hal itu menjadi salah satu dari empat syarat yang harus dipenuhi Freeport jika kontraknya ingin diperpanjang.
Presiden Joko Widodo meminta PT Freeport Indonesia untuk melepas sahamnya di Indonesia. Hal itu menjadi salah satu dari empat syarat yang harus dipenuhi Freeport jika kontraknya ingin diperpanjang.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral(ESDM) Sudirman Said mengisyaratkan pemerintah bakal memperpanjang kontrak PT Freeport Indonesia yang akan habis di 2021. Asalkan, Freeport memenuhi empat syarat yang diamanatkan Presiden Jokowi.
"Saya berkonsultasi dengan Presiden dan beliau mengingatkan prinsip-prinsip yang mesti dipegang," ujarnya di Jakarta, Kamis (8/10).
Empat syarat yang diajukan Presiden Jokowi yaitu Freeport harus membangun pabrik pengolahan dan pemurnian atau smelter di Papua. Kedua, perusahaan asal Amerika Serikat ini harus bisa meningkatkan lokal konten.
"Prospeknya cukup baik. Dalam setahun Freeport minimal pengadaan barang USD 1 miliar dan USD 900 juta untuk jasa," ungkapnya.
Presiden Jokowi juga meminta Freeport melibatkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam mengelola tambang bawah tanah tersebut. Terakhir, Freeport harus libatkan unit lokal dan membangun sumber daya manusia di kawasan sekitar serta melepas sahamnya di Indonesia.
"Presiden memberi pesan, kita harus memperbaiki iklim investasi. Tidak hanya mengundang investasi, tapi menjaga investasi yang ada," tutupnya.
Baca juga:
Menteri Sudirman ngotot perpanjang izin kontrak Freeport di Papua
Menko Rizal kesal Freeport buang limbah berbahaya ke sungai Papua
Gagal mendarat lagi, Presiden Jokowi 3 kali batal tengok asap Jambi
Jokowi perintahkan puskesmas gratiskan pengobatan korban asap
Kepuasan rakyat pada kinerja Jokowi-JK terus turun