Jokowi minta dana bantuan PKH tak dibelikan pulsa dan rokok
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta dana bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) digunakan untuk keperluan pendidikan dan kesehatan serta peningkatan gizi. Jokowi pun mengingatkan dana tersebut tidak boleh digunakan untuk beli pulsa dan rokok.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta dana bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) digunakan untuk keperluan pendidikan dan kesehatan serta peningkatan gizi. Jokowi pun mengingatkan dana tersebut tidak boleh digunakan untuk beli pulsa dan rokok.
"Untuk beli pulsa tidak boleh, beli rokok juga tidak boleh. Kalau dilanggar kartunya dicabut," ujar Jokowi usai memberikan kartu bantuan di Buleleng, Bali seperti dikutip Setkab, Kamis (28/9).
Besaran bantuan yang didapatkan para pelajar penerima bantuan ialah sebesar Rp 450.000 per tahun untuk yang berada di tingkat SD, Rp 750.000 bagi yang berada di tingkat SMP, dan Rp 1 juta bagi pelajar SMA atau SMK.
Sementara bagi penerima PKH, pemerintah memberikan bantuan sebesar Rp 1,89 juta bagi tiap penerima. Dana total yang tersedia dalam kartu PKH ini dapat diambil sebanyak empat kali melalui bank yang telah ditunjuk pemerintah.
Baca juga:
Kebutuhan rumah per tahun mencapai 1 juta unit
Sambil joget, Menteri Susi nyanyi Suwe Ora Jamu di Roma
Di 2019, seluruh tanah di Bali sudah bersertifikat
Harga minyak dunia naik usai stok AS turun 1,8 juta barel selama sepekan
Turun Rp 2.000, harga emas Antam dibanderol Rp 605.000 per gram
Depan Komisi XI DPR, bos OJK beberkan tantangan sektor keuangan
Korea Selatan tertarik garap pembangunan kereta Sulawesi Selatan