Harga minyak dunia naik usai stok AS turun 1,8 juta barel selama sepekan
Merdeka.com - Harga minyak dunia berakhir lebih tinggi pada Rabu (Kamis pagi WIB). Penyebabnya, persediaan minyak mentah Amerika Serikat turun lebih banyak dari yang diperkirakan.
Dalam laporan mingguan Badan Informasi Energi AS (EIA) mengatakan stok minyak mentah Amerika Serikat turun sebesar 1,8 juta barel dalam sepekan yang berakhir pada 22 September, jauh lebih rendah dari ekspektasi pasar untuk kenaikan sebesar 3,4 juta barel.
Dikutip Antara, Kamis (28/7), para analis mengatakan penurunan persediaan minyak mentah Amerika Serikat membantu meredakan kekhawatiran investor terhadap kelebihan pasokan pasar dan mendorong harga minyak negara tersebut diperdagangkan lebih tinggi.
Namun demikian, kenaikan harga minyak AS dibatasi oleh penguatan mata uang Dolar AS. Dolar AS yang lebih kuat terus membebani pasar minyak, karena komoditas yang dihargakan dalam Dolar AS menjadi kurang menarik bagi pemegang mata uang lainnya.
Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November, naik USD 0,26 menjadi menetap di USD 52,14 per barel di New York Mercantile Exchange.
Sementara itu, patokan Eropa, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman November, turun USD 0,54 menjadi ditutup pada USD 57,90 per barel di London ICE Futures Exchange.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya