Jokowi: Tak bisa lagi uang rakyat habis untuk kegiatan birokrasi
Anggaran harus difokuskan untuk program-program prioritas.
Presiden Joko Widodo menekankan pentingnya perombakan manajemen anggaran pembangunan. Sebab, hal tersebut merupakan salah satu terobosan yang harus pemerintah untuk menurunkan kemiskinan, pengangguran, ketimpangan dan kesenjangan sosial.
"Berulang kali telah saya sampaikan bahwa kita harus meninggalkan paradigma lama, yaitu paradigma anggaran dibagi rata," katanya saat menyampaikan pidato kenegaraan di sidang bersama DPR dan DPD RI, Jakarta, Selasa (16/8).
Dia menekankan, pemerintah harus bekerja dengan paradigma baru. Yaitu anggaran difokuskan untuk program-program prioritas.
"Esensinya adalah uang rakyat harus digunakan untuk kepentingan rakyat melalui program-program yang nyata, melalui kerja yang nyata, dan terasa manfaatnya buat rakyat," katanya.
"Sudah tidak bisa lagi anggaran pembangunan, uang rakyat, habis untuk kegiatan operasional birokrasi seperti perjalanan dinas dan anggaran rapat yang sebenarnya dapat diefisienkan."
Selain itu, menurut Jokowi, tradisi lama berupa penggunaan kalimat-kalimat bersayap pada nomenklatur penyusunan anggaran harus ditinggalkan.
"Karena berujung pada tidak efisiennya penggunaan dana pembangunan."
Baca juga:
Jokowi: Anggaran 2017 tak lagi sekedar dibagi rata ke unit kerja
2 tahun memimpin, Jokowi banggakan bangun 2.225 Km jalan nasional
Era kompetisi global, Jokowi ingin RI ikut berlomba dan menang
Jokowi: Pertumbuhan ekonomi Indonesia salah satu tertinggi di Asia
DPR nilai pengembangan UKM era Jokowi terhambat ego sektoral
DPR pesimis pertumbuhan ekonomi RI capai 5,2 persen