Era kompetisi global, Jokowi ingin RI ikut berlomba dan menang
Merdeka.com - Di era kompetisi global, pembangunan infrastruktur fisik saja belum cukup mengatasi kemiskinan, pengangguran, ketimpangan, dan kesenjangan sosial di Indonesia. Diperlukan juga percepatan pembangunan infrastruktur sosial, yaitu kapasitas produksi dan sumber daya manusia (SDM.)
Demikian diungkapkan Presiden Joko Widodo saat menyampaikan pidato kenegaraan di sidang bersama DPR dan DPD-RI, Jakarta, Selasa (16/8).
"Dengan demikian Indonesia tidak hanya menjadi penonton dalam perlombaan ekonomi global, Indonesia harus ikut berlomba dan harus menjadi bangsa pemenang."
Terkait itu, lanjut Jokowi, pemerintah memandang penting memperluas akses masyarakat pada kegiatan ekonomi produktif. Itu dengan mendorong kemajuan dan produktivitas usaha mikro, kecil, dan menengah. Sektor selama ini menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia.
"Untuk itu, dalam dua tahun terakhir Pemerintah telah menurunkan suku bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) per tahun dari 22 persen menjadi 12 persen pada 2015 dan turun menjadi 9 persen pada 2016," katanya.
"Pemerintah juga terus mempermudah akses masyarakat untuk memperoleh KUR."
Dalam menyiapkan SDM menghadapi kompetisi global, kata Jokowi, pemerintah memperkuat pendidikan vokasional. Hal tersebut diyakini dapat melahirkan angkatan kerja dengan kemampuan yang sesuai kebutuhan industri.
"Di saat yang bersamaan, kami pastikan masyarakat usia produktif bisa lebih cepat mendapatkan pekerjaan," katanya.
"Pemerintah juga terus mendorong terwujudnya hilirisasi penelitian dengan memperkuat sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi dan dunia industri."
(mdk/yud)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya