Jokowi: Indonesia siap 94,1 persen hadapi pasar bebas ASEAN 2015
Menurut dia, angka ini sangat maksimal dibanding negara Asia Tenggara lainnya.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengklaim Indonesia siap 94,1 persen berkompetisi dalam pasar bebas ASEAN 2015. Menurut dia, angka ini sangat maksimal dibanding negara Asia Tenggara lainnya.
"Kalau dilihat, dihitung dari semua hal yang negara-negara anggota ASEAN lainnya juga menghitung, kita sudah berada pada angka 94,1 persen," ujar Jokowi seperti dilansir Antara, Minggu (22/11).
Jokowi menegaskan anggota negara Asia Tenggara lain hanya berada di angka 92 persen hingga 94 persen. Namun, dia mengakui memang ada beberapa faktor yang buat Indonesia belum siap.
Mantan Gubernur DKI Jakarta ini meminta seluruh pejabat negara di Asia Tenggara untuk mensosialisasikan kesepakatan bersama tersebut. Sehingga, nantinya pasar bebas ASEAN ini bakal menyasar masyarakat kecil.
"Jangan kita mengharap kita mendapatkan sesuatu. Semuanya harus direbut. Itu tantangan kita," kata dia.
Dia menegaskan pemerintah Indonesia telah siap untuk menghadapi pasar bebas ASEAN. Terbukti, Indonesia tengah memperbaiki regulasi termasuk izin-izin yang menghambat.
"Tetapi kalau melihat dari produk-produk, barang-barang tertentu yang kita bisa identifikasi untuk masuk ke negara yang lain karena banyak produk kita, kita identifikasi, kita tugaskan kepada menteri-menteri barang-barang mana yang mempunyai daya saing, sehingga itulah yang kita dorong masuk negara lain, jangan mendorong barang-barang yang tidak kompetitif. Saya kira arahnya ke sana," jelas dia.
Jokowi meminta masyarakat untuk tidak takut hadapi pasar bebas ASEAN dan kompetisi dengan negara lainnya.
"Semuanya kita hadapi. Inilah tugas berat kita. Mau tidak mau harus kita hadapi. Enggak mungkin kita menjadi sebuah negara tertutup," pungkas dia.
Baca juga:
Di pasar bebas ASEAN, JK yakin Indonesia tak diserbu pekerja asing
OJK dorong transparansi pasar modal guna sambut pasar bebas ASEAN
HIPMI klaim pengusaha muda berandil besar serap banyak tenaga kerja
ASEAN jadi 'gadis seksi' untuk investor saat pasar bebas
Masih banyak pengangguran, Darmin minta evaluasi sistem pendidikan