LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Jokowi: Harga listrik di Indonesia mahal karena banyak makelar

Sebagai contoh, IPP menjual harga setrum sebesar 5 sen per kWh melalui makelar. Makelar ini kemudian menjual setrum ke PLN dengan harga 8 sen per kWh. Dari PLN, harga yang dijual ke masyarakat juga bisa naik menjadi 11 sen per kWh.

2016-12-27 13:38:07
Pembangkit Listrik
Advertisement

Presiden Joko Widodo (Jokowi) membeberkan alasan terkait penyebab harga listrik yang lebih mahal di Indonesia dibandingkan di negara-negara lain. Mahalnya tarif listrik di Tanah Air salah satunya disebabkan karena banyaknya makelar saat Indonesia Power Producer (IPP) menjual listrik ke PT PLN (Persero) dan akhirnya dijual ke masyarakat.

Sebagai contoh, IPP menjual harga setrum sebesar 5 sen per kWh melalui makelar. Makelar ini kemudian menjual setrum ke PLN dengan harga 8 sen per kWh. Dari PLN, harga yang dijual ke masyarakat juga bisa naik menjadi 11 sen per kWh.

"Saya bilang ke (Menteri) ESDM, terlalu banyak orang di tengah, terlalu banyak broker, terlalu banyak yang makelar. Kita ngomong apa adanya," ujarnya di Minahasa, Sulawesi Utara, Selasa (27/12).

Advertisement

Saat mengungkapkan hal tersebut, Jokowi langsung mendapat sambutan tepuk tangan. Jokowi pun langsung meresponnya. "Berarti kalau di tepuk tangan benar ada yang makelari," ucapnya.

Mantan Gubernur DKI ini menambahkan, saat ini Indonesia tengah membutuhkan efisiensi di semua lini, termasuk sektor energi. Sebab jika tidak, Indonesia akan di injak-injak negara lain karena tidak mampu bersaing.

‎"Sekarang kita buka-bukaan saja. Negara kita perlu efisiensi di semua lini. Kalau tidak kita akan digilas oleh semua negara," tuturnya.

Advertisement

Untuk itu, Presiden Jokowi meminta agar IPP maupun PLN bekerja secara profesional tanpa mengedepankan sebuah hubungan. Menurutnya, saat ini bukan era nya lagi untuk saling bersekongkol melainkan saling berkompetensi secara sehat.

"Silakan ingin kirim gas entah Pertamina ke PLN atau batubara ya silakan. Tapi tolong junjung tinggi profesionalisme. Jangan karena kedekatan, pertemanan. Sekarang musimnya bersaing, berkompetensi. Geothermal kita tinggi, baru dikerjakan 5 persen. Potensinya 29.000 MW. Ini peluang yang bisa dikerjakan. Ini intinya adalah harga yang bisa bersaing," pungkasnya.

Baca juga:
Jokowi sentil ESDM bebankan banyak biaya pada pembangkit listrik
Jokowi: Banyak pembangkit dibangun di 2017, serap pekerja besar
Bangun 3 PLTP, Pertamina gelontorkan Rp 6,18 T & serap 4.800 pekerja
Cerita Jonan usir pengembang asing tawarkan tarif listrik tinggi
Pertamina targetkan kapasitas PLTP naik 14 persen tahun depan

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.