Jokowi beberkan alasan jumlah pengusaha RI kalah dari Malaysia
"Modal semangat untuk berwirausaha saja tidak cukup," kata Jokowi.
Presiden Joko Widodo atau biasa disapa Jokowi membeberkan alasan masih sedikitnya jumlah pengusaha di Indonesia dibandingkan negara lain di kawasan ASEAN.
"Kenapa kita baru 1,6 persen yang jadi pengusaha, padahal di negara lain lingkup ASEAN lebih dari empat persen," kata Presiden Jokowi seperti ditulis Antara Bandung, Senin (23/5).
Jumlah wirausaha di Indonesia belum sebanyak Singapura yang mencapai tujuh persen jumlah penduduk, Malaysia enam persen, Thailand lima persen, bahkan Vietnam tiga persen.
Menurut Jokowi, salah satu penyebab rendahnya jumlah pengusaha di Tanah Air adalah karena ketakutan masyarakat untuk bersaing atau berkompetisi. "Ya karena itu, ketakutan kita bersaing atau berkompetisi," katanya.
Oleh karena itu menurut dia, modal semangat untuk berwirausaha saja tidak cukup tetapi seseorang harus mampu merespon perkembangan zaman.
Presiden Jokowi mencontohkan dunia berubah dalam hitungan detik termasuk kemajuan teknologi yang menjadikan dunia seolah sudah tanpa batas atau 'borderless'.
"Kita tahu sekarang berjualan kadang-kadang sudah tidak langsung di pasar atau mal, tapi e-commerce, online store semua tersedia dari mulai kelas internasional seperti Alibaba, e-bay, Lazada kemudian yang kita juga ada Bukalapak, Traveloka, Blibli, dan juga yang start up yang sudah mulai kita kenal," katanya.
Selain kemajuan teknologi, ia menekankan rantai pasok bahan baku produk saat ini sudah sangat global sehingga tidak mungkin lagi untuk dibatasi. Apalagi dengan adanya sosial media yang semakin terbuka sehingga segala sesuatu tersaji sangat cepat tanpa mungkin untuk dibendung lagi.
"Dalam situasi perubahan yang sangat cepat pilihan hanya dua kita mau yang terbuka atau tertutup. Tapi di manapun negara sama saja pilihannya hanya dua itu saja," katanya.
Bagi Presiden Jokowi, jika dia diminta untuk memilih maka pilihannya hanya satu yakni harus berani terbuka dan harus yakin bahwa dengan membuka diri itu maka semakin mendorong untuk menjadi lebih baik. "Artinya adalah kita harus berani berkompetisi, berani bertarung, bersaing," katanya.
Baca juga:
Di Jambore HIPMI, Jokowi curhat jatuh bangun jadi pengusaha
Mengunjungi pasar ikan hias terbesar se-Asia Tenggara di Parung
AMVI dan Kadin kerja sama dorong industri startup Tanah Air
Presiden Jokowi dijadwalkan buka jambore pengusaha muda ASEAN
Survei konsumen global: Ekonomi Indonesia paling optimistis
Genjot kinera pekerja, perusahaan diusul bikin kamar tidur siang
JK: Banyak orang pikir dagang itu rugi, padahal banyak untungnya