Jokowi: Ada yang simpan uang di bawah kasur sampai Rp 1 triliun
Jokowi: Ada yang simpan uang di bawah kasur sampai Rp 1 triliun. Presiden meminta kepada para pimpinan bank untuk dapat menarik dana-dana yang disimpan masyarakat sebagai tabungan. Kedua, presiden meminta perbankan untuk dapat menekan biaya tabungan.
Presiden Joko Widodo hari ini membuka peringatan Hari Menabung Sedunia di Jakarta Convention Center (JCC). Dalam kesempatan tersebut, presiden menitipkan sejumlah pesan kepada pimpinan Bank nasional baik swasta maupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Pertama, dirinya meminta kepada para pimpinan bank untuk dapat menarik dana-dana yang disimpan masyarakat sebagai tabungan. Sebab, masih banyak masyarakat yang justru menyimpan uangnya di bawah kasur maupun bantal.
Presiden menuturkan, dirinya bahkan mendapat laporan, ada yang menyimpan uang di bawah kasur sampai Rp 1 triliun. "Saya tidak tahu kasurnya itu sebesar apa. Tapi ini adalah sesuatu yang harus mulai kita gerakkan agar semuanya masuk tabungan. Semuanya masuk ke perbankan," ujarnya di Jakarta, Senin (31/10).
Kedua, presiden meminta perbankan untuk dapat menekan biaya tabungan. Presiden juga mendapat laporan bahwa masyarakat mengeluh pada besaran biaya untuk menabung di bank.
"Saya titip kepada seluruh pimpinan bank, saya melihat masih ada keluhan adalah masalah yang berkaitan dengan biaya tabungan. Kadang-kadang kalau tabungan kita kecil, kita tidak isi lagi, tahu-tahu tabungan kita habis karena tergerus oleh biaya perbankan. Jadi ini tolong khusus yang tabungan," jelasnya.
Baca juga:
Sektor perbankan masih dominasi pasar syariah dunia
Bos BI sebut industri perbankan syariah dunia tumbuh cukup pesat
Salurkan bansos digital, BNI uji coba di Semarang
Mudahnya transaksi pakai uang elektronik di Pasar Manis Purwokerto
Kuartal III-2016, laba bersih BCA capai Rp 15,1 triliun
BRI minta nasabah lapor jika terkena 'pungli' bunga KUR
Dalam 9 bulan, nasabah mikro BRI bertambah satu juta